Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Sungai Jolinggo: 6 Jenazah Mahasiswa UIN Semarang yang KKN di Kendal Sudah Ditemukan, Salah Satunya Warga Gresik

Nurista Purnamasari • Kamis, 6 November 2025 | 22:41 WIB

 

DITEMUKAN: Evakuasi jenazah mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo Kendal.
DITEMUKAN: Evakuasi jenazah mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo Kendal.

RADAR SURABAYA - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berduka atas meninggalnya enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang hanyut di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (4/11) siang, saat para mahasiswa bermain air di sungai usai menjalankan aktivitas pengabdian masyarakat.

“Insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Arus sungai tiba-tiba deras dan menyeret enam mahasiswa yang berada di tengah aliran,” ujar M Yuzrul Rizanul Muna, salah satu peserta KKN yang selamat.

Dari total 15 mahasiswa yang berada di lokasi, sembilan berhasil menyelamatkan diri karena berada di tepian sungai.

Sementara enam lainnya terseret arus dan dinyatakan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama dua hari oleh tim gabungan BPBD, Basarnas, dan relawan.

Berikut identitas korban meninggal:
- Riska Amelia (asal Pemalang): ditemukan Selasa pukul 14.13 WIB
- Muhammad Labib Rizqi (asal Pekalongan): ditemukan Selasa pukul 15.58 WIB
- Syifa Nadilah (asal Pemalang): ditemukan Selasa pukul 16.07 WIB
- Bima Pranawira (asal Gresik): ditemukan Rabu pukul 08.13 WIB
- Muhammad Jibril Asyarofi (asal Jepara): ditemukan Rabu pukul 09.25 WIB
- Nabila Yulian Dessi Pramesti (asal Bojonegoro): ditemukan Rabu pukul 22.00 WIB

Jenazah korban terakhir, Nabila, ditemukan tersangkut batu di bawah jembatan sekitar lima kilometer dari titik awal hanyut.

“Begitu mendapat kabar, ambulans langsung menuju lokasi. Kami di Puskesmas sudah siaga,” ujar salah satu petugas Puskesmas Singorojo.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar Ali, menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji akan mengevaluasi sistem pengamanan kegiatan luar kampus.

“Kami berkomitmen penuh untuk memperbaiki SOP kegiatan KKN agar tragedi seperti ini tidak terulang,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Tragedi Sungai Jolinggo menjadi pengingat penting akan perlunya mitigasi risiko dalam kegiatan mahasiswa di alam terbuka. Kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan KKN yang aman dan terkontrol. (trn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#UIN Semarang #sungai jolinggo #semarang #uin walisongo #mahasiswa tenggelam #kendal #gresik