Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menpora Erick Thohir Ultimatum Empat Cabor yang Terlibat Dualisme, Minta KOI dan KONI Segera Bertindak

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 5 November 2025 | 19:19 WIB
Menpora Erick Thohir
Menpora Erick Thohir

RADAR SURABAYA– Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengeluarkan ultimatum tegas kepada empat cabang olahraga (cabor) yang masih terlibat dualisme kepengurusan.

Erick meminta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) segera mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan konflik tersebut secara musyawarah dan mufakat.

Empat cabor yang dimaksud adalah tenis meja, anggar, tinju, dan sepak takraw. Dualisme kepengurusan di keempat federasi itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menimbulkan dampak negatif terhadap pembinaan atlet nasional.

Akibatnya, sejumlah atlet tidak dapat mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

“Masalah dualisme ini harus segera diselesaikan. Setelah itu baru kita bisa melakukan konsolidasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Selanjutnya kita bisa membahas arah penyelenggaraan PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade,” ujar Menpora Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).

Menurut Erick, penyelesaian dualisme kepengurusan menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola olahraga prestasi nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya mewujudkan kedigdayaan Indonesia di panggung olahraga dunia.

Kemenpora telah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Umum KOI dan KONI pada 1 Oktober 2025, berisi imbauan agar kedua lembaga tersebut mengambil peran aktif dalam memediasi dan menyelesaikan sengketa kepengurusan empat cabor tersebut.

Erick memberikan tenggat waktu maksimal tiga bulan atau hingga akhir Desember 2025 untuk merampungkan konflik.

“Kami di Kemenpora telah melakukan introspeksi dengan memperbaiki tata kelola internal. Karena itu, kami berharap KOI, KONI, dan para pengurus federasi olahraga juga bisa

melakukan introspeksi, duduk bersama, dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mufakat. Musyawarah adalah landasan membangun bangsa dan negara,” kata Erick.

Menpora menegaskan, apabila batas waktu tiga bulan tersebut terlewati tanpa hasil, Kemenpora akan mengambil langkah tegas untuk memastikan keberlangsungan pembinaan olahraga nasional dan melindungi kepentingan para atlet.

“Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan ini. Jika sampai akhir tahun tidak kunjung tuntas, maka Kemenpora akan mengambil alih dan membuat keputusan demi menyelamatkan atlet serta prestasi olahraga nasional,” tegasnya.

“Sudah terlalu lama para atlet menjadi korban. Saya mengingatkan semua pihak agar melepaskan kepentingan pribadi dan ego masing-masing demi kejayaan olahraga Indonesia,” pungkas Erick Thohir.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#koni #koi #Menpora Erick Thohir #dualisme