Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fase Bulan Purnama, BMKG Sebut Pesisir Jawa Timur Berpotensi Terdampak Banjir Rob hingga 9 November 2025

Lambertus Hurek • Selasa, 4 November 2025 | 20:39 WIB
Genangan air laut atau banjir rob di kawasan Kalianak Surabaya. (IST)
Genangan air laut atau banjir rob di kawasan Kalianak Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Jawa Timur untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung hingga 9 November 2025.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan banjir rob umumnya dipicu oleh gaya gravitasi bulan yang meningkat saat fase bulan baru maupun bulan purnama.

“Fase bulan purnama saat ini memengaruhi kondisi pasang surut di bulan November 2025 yang berpotensi menyebabkan pasang maksimum dan surut minimum di wilayah pesisir Jawa Timur,” ujar Sutarno.

Fase bulan purnama terjadi pada Rabu (5/11) pukul 20.19 WIB. Dalam periode tersebut, ketinggian air pasang diperkirakan mencapai 130–150 sentimeter di atas rata-rata muka air laut, terutama pada pukul 21.00–24.00 WIB.

“Genangan yang ditimbulkan bisa mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, juga kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” tambahnya.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi kawasan pelabuhan Surabaya, Surabaya Utara (termasuk Benowo), dan Surabaya Timur seperti Kenjeran. BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di daerah pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi genangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Tanjung Perak Surabaya #pasang laut maksimum #banjir rob #BMKG #fase bulan purnama