Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ibu di Kendal Meninggal Membusuk, Dua Anak Kelaparan Selama Sebulan

Nurista Purnamasari • Selasa, 4 November 2025 | 16:03 WIB
Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah.

RADAR SURABAYA - Warga Dukuh Somopuro RT 7 RW 7 Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu rumah tangga bernama Setianingsih, 51, yang telah membusuk di dalam rumahnya, Sabtu (1/11).

Peristiwa memilukan ini baru terungkap setelah warga mencium aroma busuk dan melihat kerumunan lalat di sekitar jendela rumah korban.

Ironisnya, selama hampir sebulan, dua anak korban hanya bertahan hidup dengan air putih tanpa diketahui tetangga sekitar.

Kepala Desa Bebengan, Wastoni, mengatakan warga sempat curiga karena tidak melihat aktivitas dari rumah tersebut selama beberapa hari. Saat hendak masuk, warga mendapati pintu rumah terkunci dan diganjal kursi dari dalam.

“Warga mencium bau menyengat dan melihat banyak lalat. Setelah dibuka perlahan, mereka bertanya ke anak korban, dan ternyata ibu Setianingsih sudah meninggal dan membusuk,” ujar Wastoni saat ditemui, Senin (3/11/2025).

Setelah jenazah dievakuasi, dua anak Setianingsih, yakni Putri Setia Gita Pratiwi dan Intan Ayu Sulistyowati, langsung dilarikan ke RSI Boja Kendal karena kondisi tubuh mereka sangat lemah akibat kekurangan nutrisi.

“Kami langsung panggil polisi dan tim medis. Kondisi anak-anaknya sangat memprihatinkan,” tambah Wastoni.

Wastoni juga menyebut bahwa Setianingsih dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam kegiatan desa dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan ekonomi.

“Biasanya sebulan sekali beli bahan makanan satu becak penuh. Warga mengira mereka keluarga mampu,” katanya.

Ditemui di RSI Boja, Putri Setia Gita Pratiwi mengaku bahwa sejak 4 Oktober 2025, ia dan adiknya hanya mengonsumsi air putih yang direbus menggunakan kompor.

“Minum air putih saja sampai ibu meninggal. Tetangga tidak tahu, tahunya pas tanggal 1 November,” ujarnya.

Putri juga mengungkap bahwa ibunya melarang mereka meminta bantuan ke tetangga. “Ibu enggak ngebolehin minta tolong. Katanya enggak mau ngerepotin orang lain. Jadi kami nurut,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa ayahnya telah meninggal sejak 2017 di Kalimantan. Setelah itu, keluarga pindah dari Semarang ke Boja pada 2019. “Ibu di Semarang enggak kerja, cuma bantu masak di rumah Budhe,” tuturnya. (trn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#malnutrisi #kelaparan #jawa tengah #meninggal dunia #kendal #membusuk