RADAR SURABAYA - Penemuan dua kerangka manusia di lantai dua gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, menggegerkan warga dan memicu penyelidikan intensif dari kepolisian.
Kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar oleh pekerja bangunan yang hendak melakukan renovasi pada Kamis (30/10).
Gedung itu sebelumnya dilaporkan terbakar saat kericuhan besar melanda kawasan Senen pada 29 Agustus lalu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan bahwa dua kerangka ditemukan tertimbun plafon yang hangus di kantor administrasi lantai dua gedung ACC.
“Polres Metro Jakarta Pusat saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi hangus terbakar yang sudah tidak dikenali bentuknya,” ujarnya dikutip Sabtu (1/11).
Kerangka tersebut langsung dikirim ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan forensik lanjutan, termasuk pengambilan sampel DNA guna mengidentifikasi korban.
Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Roby Saputra menambahkan bahwa gedung tersebut terbakar saat kerusuhan terjadi pada 29 Agustus. “Iya, tanggal 29 Agustus. Waktu kerusuhan,” kata Roby.
Kericuhan yang terjadi di sejumlah titik Jakarta pada akhir Agustus menyebabkan kerusakan dan pembakaran fasilitas umum.
Polisi telah menangkap sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam aksi perusakan, pembakaran, dan penghasutan.
Polisi juga membuka kemungkinan bahwa kerangka tersebut memiliki kaitan dengan laporan orang hilang yang diterima oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
“Kalau ke Polres belum. Tapi kan kemarin ada yang lapor kehilangan ke KontraS itu, mungkin akan dicocokkan,” ujar AKBP Roby.
KontraS sebelumnya menerima laporan hilangnya dua orang, yakni M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo, yang terakhir kali terlihat di kawasan Kwitang saat kericuhan berlangsung.
Pihak kepolisian akan mencocokkan data DNA kerangka dengan laporan tersebut untuk memastikan identitas korban.
Penemuan dua kerangka manusia di gedung terbakar Kwitang membuka babak baru dalam penyelidikan kericuhan Jakarta akhir Agustus lalu. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari