Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berkamuflase Alga, Ular Laut Purba Terekam di Perairan Komodo

Nurista Purnamasari • Sabtu, 1 November 2025 | 07:22 WIB
Penampakan ular lau purba, Acrochordus granulatus yang terekam kamera di perairan Komodo.
Penampakan ular lau purba, Acrochordus granulatus yang terekam kamera di perairan Komodo.

RADAR SURABAYA - Fenomena langka terekam di perairan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Seorang penyelam malam mendokumentasikan penampakan seekor ular laut berwarna hijau kusam yang meluncur perlahan di dasar laut, menyerupai potongan alga hidup.

Hewan tersebut adalah ular file laut (marine file snake), spesies purba yang dikenal karena kemampuan kamuflase ekstremnya di lingkungan laut tropis.

Rekaman tersebut diabadikan oleh videografer bawah air John Roney dan diunggah ke akun Instagramnya @roneydives dengan keterangan, “An algae-covered ambush predator”.

Dalam unggahannya, Roney menjelaskan bahwa kulit kasar ular ini menjebak alga, menciptakan tampilan hijau berbintik-bintik yang menyatu sempurna dengan padang lamun dan akar mangrove.

“Lapisan ini terbentuk karena ular menghabiskan waktu lama dalam keadaan diam, menunggu ikan lewat untuk disergap,” tulisnya.

Ular file laut memiliki nama ilmiah Acrochordus granulatus. Meski sering disebut sebagai ular laut, spesies ini bukan bagian dari keluarga Hydrophiinae (ular laut sejati), melainkan kelompok ular purba yang sepenuhnya akuatik namun tetap bernapas dengan paru-paru.

Mereka sesekali muncul ke permukaan untuk mengambil udara, mirip perilaku mamalia laut.
Berbeda dari kebanyakan ular yang licin, kulit ular file laut terasa kasar seperti amplas.

Tekstur ini memungkinkan cengkeraman kuat saat membelit mangsa di bawah air. Gerakannya yang lamban dan sifatnya yang jinak menjadikannya pemangsa penyergap (ambush predator) yang efisien di antara karang dan lamun.

Penemuan ini terjadi di kawasan Taman Nasional Komodo, situs warisan dunia UNESCO yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.

Laut di wilayah ini menjadi rumah bagi ratusan spesies endemik, termasuk ikan pari manta, penyu hijau, dan berbagai jenis karang keras tropis.

Kemunculan ular file laut di kawasan ini menjadi indikator bahwa ekosistem pesisir Nusa Tenggara Timur masih mendukung kehidupan spesies langka.

Namun, keberadaan mereka terancam oleh aktivitas manusia seperti penangkapan ikan berlebih, kerusakan padang lamun, dan pencemaran laut.

Menurut data IUCN Red List, Acrochordus granulatus saat ini dikategorikan sebagai spesies berisiko rendah (least concern).

Meski demikian, pelestarian habitat pesisir seperti hutan mangrove dan lamun tetap krusial untuk menjaga populasi mereka dan keseimbangan rantai makanan laut dangkal.

Penampakan ular file laut di perairan Komodo bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga penting secara ekologis.

Spesies purba ini menunjukkan bagaimana evolusi menciptakan strategi bertahan hidup yang luar biasa, seperti kamuflase alga.

Di sisi lain, kehadirannya menjadi pengingat bahwa ekosistem laut Indonesia masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang harus dijaga.

Pelestarian habitat pesisir menjadi kunci agar spesies seperti Acrochordus granulatus tetap bertahan di tengah tekanan lingkungan yang terus meningkat. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#alga #purba #perairan Komodo #ular laut #Fauna #spesies #taman nasional komodo