Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragis! Pelajar SMP di Sawahlunto Ini Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Kelas

Nurista Purnamasari • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:11 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

RADAR SURABAYA - Seorang pelajar SMP Negeri di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia di dalam ruang kelas sekolahnya pada Rabu (29/10).

Kejadian tersebut terjadi setelah korban sempat mengikuti kegiatan belajar di laboratorium dan meminta izin keluar kelas.

Temuan ini mengejutkan pihak sekolah dan masyarakat, serta memicu penelusuran lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, menjelaskan bahwa korban awalnya mengikuti pelajaran di laboratorium.

Di tengah proses belajar, korban meminta izin keluar kelas, yang dianggap sebagai hal biasa oleh guru pengajar.

“Guru tidak menaruh curiga karena izin keluar kelas adalah hal yang lumrah,” ujar Asril dikutip dari Detikcom.

Setelah jam pelajaran berakhir, teman-teman korban kembali ke kelas dan mendapati korban sudah tidak bernyawa.

Berdasarkan informasi awal, korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan leher terikat menggunakan dasi seragam sekolah.

“Saya tidak melihat langsung, tapi informasi yang saya terima menyebutkan dasi digunakan,” tambah Asril.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan saat ini tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian korban.

Pemeriksaan psikologis terhadap siswa lain dan pendampingan bagi keluarga korban juga mulai dilakukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi mental dan kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto menyatakan akan memperkuat sistem konseling dan pengawasan internal di sekolah-sekolah.

Pihak berwenang masih mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab pasti kematian korban dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pendekatan yang menyeluruh dan empatik diharapkan dapat membantu pemulihan komunitas sekolah dan keluarga yang terdampak. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tergantung #psikologis #pelajar meninggal #sumatera barat #depresi #sawahlunto