RADAR SURABAYA – Cabang olahraga wushu Jawa Timur tampil gemilang pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
Dari target awal delapan medali emas, tim wushu Jatim berhasil melampaui ekspektasi dengan meraih total 24 medali, terdiri atas 13 emas, 7 perak, dan 4 perunggu.
Capaian ini menjadikan wushu sebagai salah satu cabang penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Jawa Timur dan membuktikan konsistensi pembinaan atlet bela diri di provinsi tersebut.
Ali Affandi: Prestasi Ini Milik Kita Semua
Ketua Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Jawa Timur, H. M. Ali Affandi, mengaku bangga atas kerja keras para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah memberikan hasil terbaik bagi daerahnya.
“Prestasi ini bukan hanya hasil dari kekuatan fisik, tetapi buah dari disiplin, komitmen, dan integritas. Di balik setiap jurus yang sempurna, ada keringat
yang jatuh tanpa terlihat; di balik setiap kemenangan, ada doa yang tak terucap,” ujar pria yang akrab disapa Mas Andi, Sabtu (26/10).
Ali Affandi menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak, terutama dukungan penuh dari KONI Jawa Timur.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, serta jajaran Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Jatim atas pendampingan dan kepercayaan yang diberikan.
“Dukungan kelembagaan yang kuat dari KONI Jawa Timur membuat kita bisa berlari lebih jauh dan tumbuh lebih matang,” ujarnya.
Semangat Kolektif dan Pembinaan Berkelanjutan
Meski tidak selalu hadir di setiap pertandingan, Mas Andi menegaskan bahwa dirinya terus mengikuti perjuangan para atlet dengan doa dan rasa bangga.
Ia juga mengingatkan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan tahapan menuju level yang lebih tinggi.
“Mari kita jaga semangat ini. Karena prestasi bukan garis akhir, melainkan batu loncatan menuju level berikutnya: menjadi atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Ali Affandi mengajak seluruh atlet dan pelatih untuk tetap rendah hati dan menjadikan hasil di Kudus sebagai inspirasi bagi generasi muda wushu Jawa Timur.
“Keringat yang jatuh hari ini akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Bukti bahwa dengan visi yang jelas, latihan yang konsisten, dan semangat kolektif yang tak pernah padam, kita bisa menumbuhkan generasi emas berikutnya,” tutupnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan