Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wushu, Karate, dan Jujitsu Jadi Kunci! DKI Jakarta Resmi Juara Umum PON Bela Diri 2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 27 Oktober 2025 | 01:22 WIB
Wakil Ketua Umum III KONI DKI Jakarta Fatchul Anas (tengah) saat jumpa pers di Media Center PON Bela Diri Arena Djarum Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (26/10/2025).
Wakil Ketua Umum III KONI DKI Jakarta Fatchul Anas (tengah) saat jumpa pers di Media Center PON Bela Diri Arena Djarum Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (26/10/2025).

RADAR SURABAYA — DKI Jakarta tampil luar biasa di ajang PON Bela Diri 2025 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kontingen Ibu Kota resmi dinobatkan sebagai juara umum setelah mendominasi tiga cabang olahraga terakhir, yakni wushu, karate, dan jujitsu, yang digelar di Djarum Arena Kaliputu, Minggu (26/10/2025).

Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, menyebut tambahan 37 medali di hari terakhir, terdiri atas 17 emas, 11 perak, dan 9 perunggu, menjadi kunci keberhasilan mereka menyalip Jawa Barat di klasemen akhir.

“Dengan tambahan itu, total medali kami menjadi 99, terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu. DKI unggul atas Jabar,” ujar Fatchul dalam konferensi pers di Media Center PON Bela Diri Kudus.

Bangkit di Pekan Kedua, Dominasi di Jujitsu

DKI mulai menunjukkan taring sejak pekan kedua, terutama lewat cabang kempo yang menyumbang tujuh emas, serta pencak silat yang tampil konsisten.

Pada pekan ketiga, cabang jujitsu menambah empat emas berkat pembinaan intensif selama setahun terakhir.

Fatchul menegaskan, pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pembenahan besar-besaran setelah PON Aceh–Sumut 2024.

Namun, ia memastikan DKI tidak akan berpuas diri karena target utama tetap PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

“Cabang yang belum menyumbang medali akan kami evaluasi lagi. Sejak awal kami memang menargetkan juara umum, dan hasilnya sesuai rencana. Bahasanya, kami bisa menyalip di tikungan,” ujarnya.

Evaluasi Pembinaan dan Regenerasi Atlet

Sementara itu, Ketua Kontingen DKI, Khaeroni, menjelaskan pihaknya menurunkan 138 atlet dan 45 pelatih dengan kombinasi atlet lapis pertama dan lapis kedua. DKI juga tidak menurunkan atlet pelatnas agar mereka tetap fokus pada persiapan SEA Games.

“PON Bela Diri menjadi ajang penting untuk mengevaluasi pembinaan pasca-PON 2024. Hasilnya terbukti positif,” ujar Khaeroni.

Ia menambahkan, DKI tidak menjanjikan bonus khusus bagi atlet, tetapi motivasi tetap tinggi karena hasil di PON Bela Diri dijadikan tolok ukur seleksi Pelatda 2026 menuju PON 2028.

“Para atlet termotivasi karena hasil di sini bisa menjadi tiket masuk Pelatda 2026. Mereka berlomba menampilkan yang terbaik,” pungkasnya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Bela Diri #Pekan Olahraga Nasional (PON) #pon #2025 #kudus #wushu #juara umum