Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Stok Pupuk Subsidi di Jawa Timur Dipastikan Aman, Zulhas Bilang Harganya Terjangkau

Mus Purmadani • Minggu, 26 Oktober 2025 | 23:11 WIB

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau Gudang Pupuk Lini III di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (IST)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau Gudang Pupuk Lini III di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (IST)

RADAR SURABAYA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi di Jatim dalam kondisi aman. Hingga akhir Oktober, penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 1.378.437 ton atau 67,12 persen dari total alokasi pemerintah.

“Jumlah e-RDKK atau pengajuan pupuk online sebanyak 3.007.078 NIK. Alokasi pupuk subsidi untuk Jatim sebesar 2.053.650 ton. Dengan realisasi tersebut, sisa pupuk yang belum tersalur sekitar 675.212,3 ton,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno, Minggu (26/10).

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, realisasi serapan pupuk memang belum mencapai 100 persen. Namun, stok di gudang masih sangat cukup, bahkan sebelum musim tanam dimulai.

“Di gudang, jatah pupuk untuk Jatim 2 juta ton dan baru tertebus 1,5 juta ton. Stok sangat aman, anggaran subsidi pun tetap disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Zulhas menegaskan, harga pupuk kini lebih terjangkau setelah adanya penyesuaian harga. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan hasil kerja bersama Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian.

“Harga pupuk turun, tidak seperti sebelumnya yang terus naik. Ini hasil arahan Presiden Prabowo dan dukungan Menteri Pertanian,” kata Zulhas.

Penyesuaian harga pupuk subsidi antara lain: Urea dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram, NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840, NPK Kakao dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640, ZA dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360, serta pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kilogram.

Khoirul Suhadi, petani di Jatim, mengapresiasi turunnya harga pupuk dan membaiknya harga gabah. Namun ia berharap kuota pupuk bisa ditambah.

“Jatah pupuk masih terbatas. Semoga lebih longgar agar lahan yang butuh banyak pupuk tidak kekurangan,” ujarnya.

Zulhas memastikan pemerintah terus mengawasi distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak masuk ke tangan perantara. “Pupuk harus sampai langsung ke petani,” tegasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#pupuk subsidi #serapan pupuk subsidi #Menko Pangan Zulkifli Hasan #harga pupuk #Presiden Prabowo