RADAR SURABAYA - Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Sabtu (25/10) pagi , ketika sebuah bus pariwisata terguling di KM 313 jalur B.
Bus yang mengangkut 34 penumpang dari Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang, diduga mengalami rem blong saat melaju menuju destinasi wisata Guci, Tegal. Insiden ini menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Arief Wiranto, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung selama dua jam karena beberapa penumpang terjepit di dalam badan bus.
Jenazah korban dievakuasi ke RSU Siaga Medika dan RS Prima Pemalang. Sementara itu, delapan korban luka lainnya dilarikan ke RSI Al-Ikhlas Pemalang, dengan lima orang masih menjalani perawatan dan tiga lainnya diperbolehkan rawat jalan.
Identitas korban meninggal dunia adalah:
- Komsyiah, warga Gajahmungkur (RS Prima Medika)
- Sri Fitriyati, warga Semarang (RSU Siaga Medika)
- Endah Cipta Ningrum, warga Semarang (RSU Siaga Medika)
- Abdul Ghofur, warga Semarang (RSU Siaga Medika)
Manager Teknik dan Operasi Pemalang Batang Toll Road (PBTR), Yulian Fundra Kurnianto, menjelaskan bahwa bus melaju dengan kecepatan sekitar 70 kilometer per jam saat memasuki tikungan menanjak.
Dugaan awal menunjukkan gangguan sistem pengereman sebagai penyebab utama kecelakaan.
Tidak ditemukan kerusakan jalan atau lubang yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Kecelakaan bus pariwisata di Tol Pemalang-Batang menjadi pengingat penting akan perlunya pemeriksaan teknis kendaraan sebelum perjalanan, terutama untuk angkutan wisata.
Dugaan rem blong sebagai penyebab utama menunjukkan bahwa faktor kendaraan masih menjadi tantangan serius dalam keselamatan transportasi darat.
Pihak kepolisian dan pengelola tol terus melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang, serta mendorong peningkatan standar keselamatan bagi armada wisata di Indonesia. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari