Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Di Kawasan Ini Kasus HIV Melonjak Tajam, Dapat Sorotan WHO

Nurista Purnamasari • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 03:19 WIB
Ilustrasi HIV AIDS.
Ilustrasi HIV AIDS.

RADAR SURABAYA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNAIDS Asia-Pasifik mengeluarkan peringatan serius terkait lonjakan kasus HIV di kawasan Pasifik Barat, khususnya di Filipina, Fiji, dan Papua Nugini.

Dalam pertemuan regional yang digelar di Fiji pada Rabu (22/10), para menteri kesehatan dari 38 negara, mitra pembangunan, dan masyarakat sipil berkumpul untuk membahas strategi penanggulangan krisis HIV yang kini dinilai mengancam stabilitas kesehatan nasional dan regional.

Data yang dipaparkan dalam pertemuan menunjukkan bahwa infeksi HIV baru di Fiji meningkat sepuluh kali lipat dalam satu dekade terakhir, dengan lonjakan signifikan terjadi pada 2024.

Penggunaan narkoba suntik disebut sebagai faktor utama penyebaran, yang berisiko menjalar ke negara-negara kepulauan Pasifik lainnya.

Di Filipina, kasus infeksi baru meningkat enam kali lipat sejak 2010, dengan kelompok pria muda yang berhubungan sesama jenis menjadi populasi paling terdampak.

Sementara itu, pemerintah Papua Nugini telah menetapkan HIV sebagai krisis nasional sejak Juni 2025, menyusul peningkatan kasus di kalangan perempuan usia subur dan anak-anak.

WHO menyoroti bahwa respons terhadap HIV di kawasan ini masih terhambat oleh diagnosis yang terlambat, akses pengobatan yang terbatas, dan minimnya cakupan layanan.

Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, Saia Ma’u Piukala, menegaskan bahwa HIV belum berakhir dan menuntut pendekatan strategis yang disesuaikan dengan karakteristik wabah dan populasi terdampak.

Eamonn Murphy dari UNAIDS juga menekankan pentingnya investasi yang tepat sasaran, tekad politik, dan penghapusan stigma untuk menjamin hak atas kesehatan dan kehidupan yang bermartabat bagi semua orang.

Pertemuan tersebut memuji negara-negara seperti Australia, Kamboja, Malaysia, Selandia Baru, dan Vietnam atas langkah cepat mereka dalam mengatasi penyebaran HIV, termasuk penerapan strategi berbasis bukti dan akses universal terhadap pengobatan antiretroviral.

Lonjakan kasus HIV di kawasan Pasifik Barat menjadi alarm bagi komunitas internasional untuk memperkuat respons kolektif.

WHO dan UNAIDS menyerukan agar HIV tetap menjadi prioritas dalam agenda nasional, dengan fokus pada diagnosis dini, pengobatan yang merata, dan penghapusan stigma yang masih menjadi hambatan utama.

Pertemuan di Fiji menjadi momentum penting untuk mendorong komitmen politik, memperluas layanan kesehatan primer, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun populasi yang tertinggal dalam upaya global melawan HIV. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#UNAIDS #papua nugini #who #hiv aids #narkoba #fiji