RADAR SURABAYA – Disiplin pemain Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan. Dalam laga pekan ke-10 Super League musim 2025/2026, Skuad Green Force harus bermain dengan sembilan pemain saat menghadapi PSBS Biak.
Meski tampil pincang, Persebaya berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan atas PSBS Biak setelah bermain imbang tanpa gol di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10). Laga tersebut digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Pertandingan yang berlangsung di bawah hujan deras itu juga diwarnai hujan kartu. Total, wasit mengeluarkan tiga kartu merah dan tujuh kartu kuning sepanjang laga.
Persebaya kehilangan dua pemain di babak pertama. Leo Lelis diusir wasit pada menit ke-32, disusul Mikel Tata pada menit ke-45.
Akibatnya, Bajul Ijo harus bermain dengan sembilan pemain sejak akhir babak pertama.
Meski kalah jumlah dan terus ditekan, Persebaya tetap mampu bertahan berkat penampilan gemilang kiper Ernando Ari.
Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menggagalkan peluang PSBS Biak, tim berjuluk Badai Pasifik.
Pada menit ke-76, giliran PSBS Biak yang kehilangan pemain. Bek Nurhidayat Harsy diganjar kartu kuning kedua setelah melanggar Francisco Rivera.
Meskipun unggul jumlah pemain, PSBS Biak gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol. Sebaliknya, Persebaya justru sempat mengancam lewat aksi Francisco Rivera, Bruno Moreira, dan Malik Rizaldi.
Dengan hasil imbang ini, kedua tim harus puas berbagi satu poin. Persebaya kini menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan 11 poin, sedangkan PSBS Biak berada di peringkat ke-16 dengan enam poin.
Dua kartu merah dalam satu pertandingan menjadi perhatian serius bagi Persebaya. Apalagi, pada laga sebelumnya, pemain Dejan Tumbas juga menerima kartu merah.
Masalah disiplin ini dinilai sangat merugikan performa tim dan harus segera dievaluasi oleh jajaran pelatih agar tidak terulang di laga-laga berikutnya.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan