RADAR SURABAYA - Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi mengusulkan 40 tokoh dari berbagai latar belakang untuk mendapat gelar pahlawan nasional tahun 2025.
Usulan ini diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, pada Selasa (21).
Nama-nama yang diajukan berasal dari berbagai daerah dan profesi, mulai dari presiden, tokoh agama, aktivis buruh, hingga pejuang kemanusiaan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pengusulan ini merupakan hasil kerja panjang Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) yang telah menelusuri rekam jejak dan kontribusi para tokoh.
“Kami ingin memastikan bahwa gelar pahlawan nasional diberikan kepada mereka yang benar-benar berjasa dan telah memberikan dampak nyata bagi kemerdekaan, pembangunan, dan kemanusiaan,” ujar laki-laki yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Siapa Saja yang Diusulkan dan Apa Jasanya?
Usulan ini merupakan hasil seleksi panjang yang melibatkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) serta masukan dari masyarakat. Beberapa nama yang menonjol dalam daftar tersebut antara lain:
1. Soeharto
Presiden ke-2 RI ini dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Diusulkan karena jasanya dalam membangun infrastruktur, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi nasional selama Orde Baru.
2. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Presiden ke-4 RI dan tokoh pluralisme. Dikenal karena perjuangannya dalam demokratisasi, hak asasi manusia, dan toleransi antarumat beragama
3. Marsinah
Aktivis buruh perempuan asal Nganjuk yang tewas secara tragis pada 1993. Diusulkan karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak buruh dan keadilan sosial
Baca Juga: PPPK Petra dan Unesa Mantapkan Sinergi Pendidikan, Wujudkan Pendidikan Berdampak
4. KH Ahmad Sanusi
Ulama asal Sukabumi yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan dan pendiri organisasi Islam. Ia juga pernah menjadi anggota BPUPKI.
5. Andi Depu
Pejuang perempuan asal Mandar, Sulawesi Barat, yang memimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda dan dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia Timur.
6. KH Abdul Wahab Hasbullah
Pendiri Nahdlatul Ulama dan tokoh penting dalam pendidikan Islam serta pergerakan nasional.
7. Arnold Mononutu
Tokoh asal Sulawesi Utara yang berperan besar dalam diplomasi internasional untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia.
8. Lambertus Nicodemus Palar
Diplomat ulung yang menjadi wakil Indonesia pertama di PBB dan berperan penting dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di forum internasional.
9. KH Ahmad Dahlan
Pendiri Muhammadiyah, organisasi Islam modernis yang berkontribusi besar dalam pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Jatim Jadi Pelopor Penguatan Pesantren, Khofifah Dorong Santri Kuasai Sains dan Teknologi
10. Raden Ayu Lasminingrat
Tokoh perempuan Sunda yang memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan di era kolonial.
Selain nama-nama di atas, terdapat puluhan tokoh lain dari berbagai daerah yang telah lama diusulkan dan kini kembali diajukan karena dinilai telah memenuhi syarat administratif dan historis.ini
Sayangnya, daftar lengkap ke-40 tokoh belum dipublikasikan secara resmi ke publik. Namun, nama-nama yang telah disebutkan di atas merupakan bagian dari daftar prioritas yang telah memenuhi syarat administratif dan historis.
Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, menyatakan bahwa proses verifikasi akan dilakukan secara ketat dan objektif. “Kami akan menilai berdasarkan kontribusi nyata dan dampak jangka panjang dari perjuangan para tokoh terhadap bangsa dan negara,” tegasnya
Pengusulan 40 tokoh untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional tahun 2025 mencerminkan upaya negara dalam menghargai jasa-jasa besar para tokoh bangsa dari berbagai latar belakang.
Dari presiden hingga aktivis buruh, dari ulama hingga diplomat, mereka telah memberikan kontribusi nyata bagi kemerdekaan, pembangunan, dan kemanusiaan di Indonesia.
Proses seleksi yang ketat dan partisipatif ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi tanah air.
Keputusan akhir mengenai siapa saja yang akan resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional akan ditetapkan oleh Presiden RI menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November mendatang. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari