RADAR SURABAYA - Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara impor scrap atau limbah produksi baja dan besi setelah terdeteksi paparan radioaktif cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons atas potensi ancaman terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa sebagian besar scrap yang diimpor berasal dari negara-negara maju seperti China dan Amerika Serikat.
“Impornya banyak dari beberapa negara, sebagian besar dari negara maju. Ini memang kita harus mencermati lagi berkait dengan importasi. Ya, China salah satunya, US juga besar,” ujar Hanif saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (21/10).
Hanif menjelaskan bahwa sumber kontaminasi radioaktif masih dalam tahap investigasi oleh Bareskrim Polri.
Dugaan sementara mengarah pada dua kemungkinan, scrap impor yang terkontaminasi atau kebocoran dari limbah komersial industri peleburan. “Dua hal itu masih didalami oleh Bareskrim,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah telah menghentikan sementara seluruh impor scrap baja dan besi hingga sistem pendeteksi radiasi (radiation portal monitoring) dipasang di titik-titik masuk.
“Kita telah menghentikan sebelum mereka memasang radiation portal monitoring. Kalau sudah, baru boleh impor,” tegas Hanif.
Temuan radioaktif cesium-137 di kawasan industri Cikande menjadi peringatan serius bagi sistem pengawasan impor bahan baku industri di Indonesia.
Pemerintah telah melakukan realokasi warga di sekitar lokasi paparan dan memulai proses dekontaminasi yang ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan.
Langkah penghentian impor dan pengetatan pengawasan menjadi bagian dari upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan publik.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi seiring hasil investigasi dan pemasangan sistem deteksi radiasi di seluruh jalur distribusi scrap metal. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari