RADAR SURABAYA - Warga Jalan Kelayan A, Gang Antasari II, RT 06, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, digemparkan oleh peristiwa pembunuhan sadis terhadap seorang bidan senior, Rahmaniah, 58, pada Senin malam (20/10).
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya, sementara putrinya, Rina Mutia, 24, mengalami luka serius akibat serangan yang sama.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku bernama Andi Julianto alias Andi Encek, 32, warga Gang Setia Budi, Kelayan A, Banjarmasin Selatan.
Ia datang ke rumah korban dengan dalih ingin meminjam uang sebesar Rp 500 ribu untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh korban.
Penolakan itu memicu kemarahan pelaku. Tanpa diduga, Andi langsung menikam Rahmaniah berkali-kali hingga korban mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Tak hanya itu, anak korban, Rina Mutia, juga menjadi korban penusukan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Cristugus Lirens, membenarkan kejadian tersebut. “Akibat insiden ini, korban Rahmaniah meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara anak korban mengalami luka serius dan masih dirawat,” ujarnya.
Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri namun akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi dengan menumpang ojek.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan dalam aksi keji tersebut.
"Dengan kesadaran sendiri, pelaku datang dan menyerahkan diri ke Mapolsek," ujar Kompol Cristugus.
Kasus pembunuhan terhadap Bidan Rahmaniah menjadi tragedi yang mengguncang masyarakat Banjarmasin.
Motif ekonomi yang berujung pada kekerasan menunjukkan pentingnya pendekatan sosial dan psikologis dalam menangani persoalan masyarakat. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari