RADAR SURABAYA - Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang tengah mempersiapkan pengungkapan hasil riset yang telah dilakukan selama periode Agustus hingga Oktober 2025.
Penelitian ini mencakup eksplorasi di bawah permukaan dan pada bagian permukaan situs, dengan fokus pada analisis karbon untuk mengidentifikasi usia dan jejak aktivitas manusia di kawasan tersebut.
Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar menyatakan bahwa sejumlah temuan baru akan diumumkan kepada publik pada akhir Oktober.
Ali Akbar menyampaikan bahwa proses riset telah memasuki tahap akhir dan akan segera dipublikasikan.
“Nanti di akhir Oktober 2025 kami akan sampaikan hasilnya. Yang jelas ada beberapa temuan baru,” ujarnya, dikutip dari Detik.com, Selasa (21/10).
Temuan tersebut terdiri dari berbagai bahan karbon yang akan dianalisis untuk menentukan usia lapisan situs serta mengidentifikasi jejak aktivitas manusia purba.
Penelitian ini dilakukan di beberapa titik penggalian, yakni teras pertama, ketiga, keempat, dan kelima, dengan fokus utama pada teras keempat yang memiliki struktur paling kompleks.
Sebanyak 100 ahli dari berbagai disiplin ilmu dilibatkan dalam proses ekskavasi dan pemugaran.
Pengungkapan hasil penelitian Situs Megalitikum Gunung Padang diharapkan dapat memperkaya khazanah arkeologi Indonesia dan memperkuat posisi situs tersebut dalam peta warisan budaya dunia.
Dengan pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas disiplin, tim peneliti berupaya menghadirkan data yang akurat dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam pelestarian dan pemanfaatan situs bersejarah sebagai sumber pengetahuan dan identitas budaya bangsa.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus mendukung upaya riset dan konservasi agar Gunung Padang dapat menjadi pusat studi megalitikum yang diakui secara global. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari