Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lembaga Sensor Film Ajak Gen Z Berdakwah melalui Layar Lebar di UM Surabaya

Andy Satria • Senin, 20 Oktober 2025 | 00:20 WIB
Pemain film Pengen Hijrah dan LSF berfoto bersama setelah kegiatan road show film terkait di UM Surabaya. (IST)
Pemain film Pengen Hijrah dan LSF berfoto bersama setelah kegiatan road show film terkait di UM Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Lembaga Sensor Film (LSF) bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menggelar Kuliah Tamu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bertajuk “Dakwah Melalui Film, Peluang dan Tantangan bagi Gen Z dalam Menjaga Nilai Keimanan”, Sabtu (18/10).

Acara yang berlangsung di Gedung At-Tauhid lantai 13 UMSurabaya ini, digelar jelang penayangan serentak film “Pengen Hijrah” pada 30 Oktober mendatang,

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari roadshow nasional LSF ke berbagai perguruan tinggi. Tujuannya, memperkenalkan nilai edukatif film nasional sekaligus menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar menjadi penonton dan pembuat film yang cerdas, kritis, serta beretika.

 Baca Juga: Koordinator Admin Perusahaan di Surabaya Lakukan Penggelapan Rp 1,5 Miliar, Uang Habis untuk Mabuk

Ketua Lembaga Pengkajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) UM Surabaya, Mukayat Al Amin, menyebut film merupakan sarana dakwah yang kuat di era digital. “Film mampu menyampaikan pesan moral dan spiritual dengan cara yang menyentuh. Mahasiswa harus bisa memanfaatkan media film sebagai dakwah kreatif, bukan sekadar hiburan,” ujarnya.

Naswardi, Ketua LSF RI, memberikan apresiasi kepada UM Surabaya yang menjadi salah satu kampus pertama di Indonesia menjalin kerja sama resmi dengan lembaganya.

“Perguruan tinggi adalah pelita ilmu bagi perfilman nasional. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengoptimalkan film sebagai media dakwah, pendidikan, dan kebudayaan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti perkembangan positif industri film Indonesia. Pada 2024, jumlah film nasional mencapai 285 judul, melampaui film impor yang berjumlah 283 judul.

“Ini pertanda baik bagi ekosistem perfilman nasional. Saat film tumbuh, ekonomi kreatif dan kebudayaan lokal ikut berkembang. Film bukan hanya hiburan, tapi juga cermin nilai dan identitas bangsa,” tegasnya.

Naswardi menambahkan, Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam dunia perfilman. Banyak karya yang lahir dari semangat dakwah dan gerakan sosial, baik dari kader Muhammadiyah maupun kisah nyata di lingkungannya.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Affandi Eka Putra, pemeran utama Pengen Hijrah, mengungkapkan makna spiritual dari film tersebut. “Pengen Hijrah bukan sekadar film religi, tapi perjalanan spiritual anak muda masa kini. Kami berharap film ini bisa menyentuh hati penonton dan mengajak mereka lebih dekat kepada Tuhan,” tuturnya. (sam/opi)

Editor : Lambertus Hurek
#pengen hijrah #universitas muhammadiyah surabaya #Gen Z #film religi #dakwah melalui film #film dakwah #lembaga sensor film