RADAR SURABAYA - Warga Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang bocah berinisial MR, 11, di toilet masjid pada Sabtu (19/10) sore.
Meski jasad ditemukan sejak siang, laporan ke pihak kepolisian baru dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB malam harinya.
Awalnya, warga menduga korban hanya mengalami kecelakaan biasa, namun muncul dugaan kekerasan setelah ditemukan luka di bagian belakang kepala saat proses pemulasaran jenazah.
Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskad, menjelaskan bahwa warga sempat mengira korban terpeleset ke dalam bak mandi di area toilet masjid.
“Awalnya dikira jatuh di bak, karena tidak ada reaksi apa-apa. Warga langsung membawa ke Puskesmas Maja pakai motor,” ujarnya.
Namun saat jenazah dimandikan, darah keluar dari bagian belakang kepala korban, memicu kecurigaan bahwa kematian tidak wajar.
Korban ditemukan oleh seorang tukang baso yang hendak menggunakan toilet masjid. Lokasi toilet terdiri dari area wudu, kamar kecil, dan kamar mandi. Setelah muncul dugaan kekerasan, Abdul Miskad segera berkoordinasi dengan aparat desa dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Argapura.
Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian, menyatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Satreskrim Polres Majalengka.
“Kami mengumpulkan alat bukti, termasuk pakaian korban dan rekaman CCTV yang mungkin bisa membantu mengungkap peristiwa ini,” jelasnya.
Polisi juga telah melakukan visum luar di RSUD Majalengka untuk memastikan penyebab kematian.
Hingga kini, proses otopsi masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut.
Kasus kematian bocah MR di toilet masjid Majalengka kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Meski awalnya diduga sebagai kecelakaan, temuan luka di kepala korban membuka kemungkinan adanya unsur kekerasan.
Kapolres Majalengka menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
Kepolisian berkomitmen untuk menyampaikan hasil otopsi secara terbuka demi memastikan keadilan dan ketenangan publik. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari