Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya dan PGN Gerak Cepat Redam Isu Semburan Gas di Rungkut Tengah, Wali Kota Eri Pastikan Aman

Dimas Mahendra • Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:09 WIB
 
RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bergerak cepat menenangkan warga usai viralnya video semburan di Sungai Rungkut Tengah. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan semburan alam, melainkan kebocoran pipa gas milik PGN yang kini telah ditangani tuntas.
 
Wali Kota Eri Cahyadi langsung meninjau lokasi semburan bersama General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, serta pakar geologi ITS, Amien Widodo. Dia juga didampingi Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, untuk memastikan penanganan dilakukan cepat dan aman.
 
 
“Setelah Kamis malam lalu ada kejadian, saat itu saya meminta kepada Kepala BPBD untuk berkoordinasi dengan teman-teman PGN, dan ITS. Alhamdulillah keesokan harinya PGN bergerak cepat menutup dua pipa,” kata Wali Kota Eri dalam keterangan tertulisnya.
 
Ia menegaskan bahwa semburan tersebut bukan fenomena alam, melainkan murni akibat teknis kebocoran. Karena itu, masyarakat diminta tidak terpengaruh isu liar yang beredar di media sosial.
 
“Setelah dilakukan penutupan oleh PGN pada pukul 16.15 WIB (17/10/2025), sudah tidak terjadi lagi semburan di sungai Rungkut Tengah,” ujarnya.
 
Eri mengatakan, Pemkot akan menindaklanjuti kejadian ini dengan pemetaan ulang seluruh jalur pipa gas di Kota Surabaya agar insiden serupa tidak terulang. Selain dengan PGN, kolaborasi juga dilakukan dengan ITS untuk memastikan keamanan wilayah yang dilalui sesar aktif.
 
 
“Maka ketika terjadi hal seperti ini, yang berkomentar (statement) biar yang ahlinya. Kalaupun kebetulan terjadi fenomena alam, beliau (pakar) akan menyampaikan apa saja yang harus dilakukan oleh warga, dan apa langkah pemkot,” jelasnya.
 
Ia pun mengimbau warga agar bijak bermedia sosial dan tidak ikut menyebarkan isu menyesatkan yang bisa memicu kepanikan.
 
“Ayo kalau ada kejadian seperti ini saling jaga warganya. Saya mohon kepada seluruh warga, kalau menyampaikan sesuatu di sosial media itu yang menenangkan warga, jangan malah dibuat bahan bercandaan sehingga menakut-nakuti warga,” tegasnya.
 
Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, memastikan pihaknya telah melakukan penutupan pipa yang bocor dan memastikan aliran gas sudah berhenti total.
 
“Jadi sudah tidak ada aliran lagi. Pasca kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi,” kata Hedi.
 
Ia menambahkan, PGN juga terus memastikan suplai gas bagi 10.000 pelanggan di kawasan Rungkut tetap aman, meskipun sekitar 475 pelanggan sempat terdampak langsung.
 
“Terkait jaringan, kami akan terus melakukan investigasi untuk memastikan penyaluran gas kepada pelanggan bisa terlaksana baik dan aman,” ujarnya.
 
Hedi menyebut, sejak Jumat sore (17/10/2025) semburan sudah berhenti dan tidak lagi tercium bau gas. “Awal kan ada semburan dan tercium bau ya, sekarang sudah nggak ada, dari kemarin sore,” jelasnya.
 
Dosen Geologi ITS, Amien Widodo, yang turut mendampingi peninjauan, membenarkan bahwa penyebab semburan adalah kebocoran teknis pipa gas, bukan aktivitas geologis.
 
“Kalau kejadian alami itu mungkin, karena daerah ini tempat lapangan sumur migas zaman Belanda, tapi kemarin Jumat ternyata (pipa bocor), alhamdulillah itu mudah, dan tinggal menutup saja,” pungkas Amien. (*)
Editor : Lambertus Hurek
#pipa gas bocor #semburan air #wali kota surabaya #semburan gas #Eri Cahyadi #pipa gas pgn #rungkut madya surabaya