RADAR SURABAYA - Tragedi ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, kembali menelan korban jiwa.
Roni Andreas Harefa, seorang subkontraktor dari PT Rotary, meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Mutiara Aini, Kamis (16/10).
Ia menjadi korban ke-11 dari insiden yang mengguncang industri galangan kapal nasional dan memicu kekhawatiran publik terhadap standar keselamatan kerja.
Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyatakan bahwa total korban dalam insiden tersebut kini mencapai 31 orang, terdiri dari 11 korban meninggal dan 20 korban luka-luka.
Dari 11 korban meninggal, lima di antaranya meninggal di RS Aini, empat di RS Elisabeth, dan dua lainnya di RSUD Embung Fatimah.
Ledakan yang terjadi pada Rabu (15/10) pukul 04.00 WIB, diawali dentuman keras dan kepulan asap dari kapal yang sedang dalam proses perbaikan.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyebut bahwa korban luka dirawat di empat rumah sakit berbeda di Batam, sementara jenazah korban meninggal telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi.
Sebanyak delapan jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman mereka di Sumatra Utara melalui Bandara Hang Nadim Batam, dengan pengawalan mobil patwal dan suasana haru yang menyelimuti keluarga korban.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di PT ASL Shipyard. Empat bulan sebelumnya, kebakaran serupa menewaskan empat pekerja dan melukai lima lainnya.
Dua karyawan bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Ledakan kapal Federal II menjadi pengingat serius akan pentingnya penerapan dan pengawasan standar keselamatan kerja di industri galangan kapal.
Dalam kurun waktu empat bulan, dua insiden besar telah terjadi di lokasi yang sama, memunculkan pertanyaan besar tentang akuntabilitas manajemen dan efektivitas sistem K3.
Pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap penyebab pasti ledakan dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
Sementara itu, keluarga korban menanti keadilan dan kepastian atas nasib orang-orang terkasih mereka. Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat sistem keselamatan kerja agar tragedi serupa tidak kembali terulang. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari