RADAR SURABAYA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah angkat bicara terkait maraknya unggahan di media sosial yang dinilai menyudutkan lembaga pesantren. Dalam pernyataannya, MUI Jatim menegaskan pentingnya melihat pesantren secara utuh dan tidak terbawa arus opini negatif yang berkembang di dunia maya.
Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menegaskan, pesantren merupakan institusi yang telah lama menjadi sumber kearifan dan pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
“Pesantren adalah lembaga yang melahirkan nilai-nilai luhur, mendidik akhlak, dan berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Kamis (16/10).
Kiai Mutawakkil meminta semua pihak, termasuk media massa dan media sosial untuk bersikap adil dan proporsional dalam memberitakan atau menanggapi kehidupan pesantren.
“Media massa maupun medsos yang melakukan framing negatif dan menyebarkan fitnah terhadap pesantren harus dilakukan edukasi, dan bila perlu, diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, MUI Jatim juga mengimbau masyarakat dan warganet agar lebih arif dan bijak dalam menanggapi isu-isu yang menyerang pesantren. “Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mari melihat pesantren secara komprehensif sebagai pusat nilai, ilmu, dan pengabdian,” tuturnya.
MUI Jatim berharap agar kehormatan pesantren tetap terjaga dan masyarakat tidak terpengaruh oleh framing negatif yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini berperan penting dalam menjaga moral dan kebangsaan. (mus)
Editor : Lambertus Hurek