Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kedua Kalinya, Kapal Federal II Meledak di Galangan di Batam, Kali Ini Tewaskan 10 Pekerja

Nurista Purnamasari • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:53 WIB
API DAN ASAP: Kapal Federal II yang meledak di galangan kapal milik PT ASL Shipyard Indonesia di Tanjunguncang, Batuaji, Batam.
API DAN ASAP: Kapal Federal II yang meledak di galangan kapal milik PT ASL Shipyard Indonesia di Tanjunguncang, Batuaji, Batam.

RADAR SURABAYA - Insiden ledakan dahsyat mengguncang galangan kapal PT Artalapan Strategi Logistik (ASL) Shipyard Indonesia di Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (15/10) pukul 04.00 WIB.

Kapal Federal II yang tengah berada di lokasi dilaporkan meledak dan terbakar, menewaskan 10 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa ini kembali menyoroti standar keselamatan kerja di industri perkapalan.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menyampaikan bahwa jumlah korban sementara mencapai 28 orang.

“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi, sementara korban luka dirawat di empat rumah sakit berbeda di Batam,” ujarnya saat ditemui di RS Mutiara Aini.

Ledakan disebut terjadi secara tiba-tiba, diawali suara dentuman keras dan kepulan asap dari kapal. Seorang saksi mata yang merupakan pekerja di lokasi menyebu awalnya hanya kelihatan asap, namun lama-lama muncul api.

Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan kelalaian teknis atau prosedural.

Di RS Mutiara Aini, suasana haru menyelimuti ruang tunggu. Keluarga korban berdatangan, termasuk seorang remaja laki-laki yang histeris saat mengetahui ayahnya menjadi korban.

Tangis dan teriakan emosional mewarnai suasana, menunjukkan betapa besar dampak psikologis dari insiden ini terhadap keluarga korban.

Kasus Serupa dan Dugaan Kelalaian

Ledakan kapal Federal II bukanlah insiden pertama yang terjadi di PT ASL Shipyard. Empat bulan sebelumnya, pada 11 Juni 2025, kebakaran serupa menewaskan empat pekerja dan melukai lima lainnya.

Dalam kasus tersebut, dua karyawan bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berinisial A dan F telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Barelang.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menyebut bahwa berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam. Dugaan awal menyebutkan bahwa kebakaran terjadi saat proses perbaikan tangki bahan bakar kapal.

“Kapal sedang ada perbaikan dalam tangki. Di situlah muncul kebakaran. Namun ini masih kami selidiki,” ujarnya.

Ledakan kapal Federal II di Batam menjadi pengingat serius akan pentingnya standar keselamatan kerja di industri galangan kapal.

Dengan dua insiden besar dalam kurun waktu empat bulan, sorotan kini tertuju pada manajemen PT ASL Shipyard dan efektivitas pengawasan K3 di lapangan.

Pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap penyebab pasti ledakan dan memastikan akuntabilitas hukum bagi pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, keluarga korban menanti keadilan dan kepastian atas nasib orang-orang terkasih yang menjadi korban dalam tragedi ini.

Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat sistem keselamatan kerja agar insiden serupa tidak kembali terulang. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kelalaian #kapal meledak #tanjunguncang #PT ASL #batam #kapal Federal II #galangan kapal #meninggal dunia