Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ratusan Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah, Tuntut Kejelasan Dugaan Kekerasan Kepala Sekolah

Muhammad Firman Syah • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:23 WIB
Aksi mogok ribuan siswa gegerkan SMAN 1 Cimarga usai dugaan kekerasan kepala sekolah mencuat.
Aksi mogok ribuan siswa gegerkan SMAN 1 Cimarga usai dugaan kekerasan kepala sekolah mencuat.

Lebak, Banten – Suasana di SMAN 1 Cimarga mendadak memanas pada Senin (13/10). Ratusan siswa menolak masuk kelas, memadati halaman sekolah, dan menuntut kejelasan terkait dugaan kekerasan yang dilakukan kepala sekolah terhadap salah seorang pelajar.

Aksi mogok dipicu laporan orang tua siswa ke Polres Lebak. Tri Indah Alesti, ibu dari Indra Lutfiana Putra, 17, siswa kelas XII, melaporkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, atas dugaan kekerasan fisik terhadap anaknya.

“Saya datang ke Polres Lebak untuk melaporkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga yang sudah melakukan kekerasan kepada anak saya,” ujar Tri Indah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/10), saat kegiatan Jumat Bersih. Indra mengaku ditegur kepala sekolah setelah ketahuan merokok di warung dekat sekolah. Ia menyebut mendapat perlakuan kasar, termasuk tamparan dan tendangan.

“Saya kaget waktu ketemu Kepsek, rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama Kepsek. Enggak ketemu, lalu Kepsek bilang saya bohong,” kata Indra.

Menurut pengakuannya, kepala sekolah kemudian memukul pipi dan menendang punggungnya.

“Beliau marah, nendang saya di punggung, terus nampol saya di pipi kanan. Kepsek juga bilang goblok, anjing, terus nyuruh saya nyari lagi rokoknya, padahal sudah enggak ada,” ujar Indra.

Indra menambahkan, dirinya sempat dimarahi di ruang guru di hadapan beberapa tenaga pengajar.

“Beliau masih marah-marah, bilang saya enggak menghargai, dan katanya baru pertama kali marah sampai seperti itu,” ucapnya.

Insiden ini cepat menyebar di kalangan siswa. Sekitar 630 pelajar melakukan aksi diam menolak belajar sebagai bentuk solidaritas, sehingga kegiatan belajar mengajar sempat lumpuh.

Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, membenarkan telah menegur dan menampar siswa tersebut, namun membantah melakukan kekerasan berat.

“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan tidak ada pemukulan keras,” jelasnya.

Ia menepis tudingan telah menendang siswa. “Saya tidak menendang, hanya menepuk bagian punggung. Itu pun spontan karena emosi. Tidak ada luka atau bekas apa pun,” tambahnya.

Dini mengaku kecewa lantaran siswa berusaha melarikan diri saat ditegur.

“Saya lihat dari jarak 20–30 meter ada asap rokok di tangan itu. Saya panggil dengan suara keras, karena jaraknya cukup jauh, anak itu langsung lari,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapannya mengevaluasi sikap dan komunikasi agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Kami di sekolah berupaya membentuk karakter anak, bukan merusak. Kalau ada kekeliruan dalam cara saya menegur, tentu akan saya evaluasi,” ujar Dini.

Sementara itu, kepolisian menyatakan telah menerima laporan keluarga korban dan tengah mengumpulkan keterangan dari guru dan siswa yang berada di lokasi kejadian. Situasi di sekolah dilaporkan berangsur kondusif, meski sejumlah siswa tetap menuntut pergantian kepala sekolah. (nad/fir)

Editor : M Firman Syah
#SMAN 1 Cimarga #mogok sekolah #siswa #kepala sekolah #kekerasan