RADAR SURABAYA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL). Menggunakan KRI Makassar 590, ekspedisi berlangsung pada 14–20 Oktober 2025 dengan menempuh jarak 651 kilometer.
Misi ini menjangkau lima pulau terpencil di timur Jatim, yakni Gili Genting, Gili Raja, Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, dan Pulau Goa-goa.
Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim mengatakan, ekspedisi tersebut tidak sekadar pendistribusian uang. “Ini bagian dari menjaga kedaulatan negara. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 menegaskan tugas BI mengelola uang rupiah, dari perencanaan, pencetakan, pengedaran, hingga penarikan,” ujarnya.
Menurut dia, rupiah bukan hanya alat transaksi, tapi juga simbol persatuan dan kepercayaan bangsa. “Dengan dukungan TNI AL, kami memastikan rupiah hadir dan berfungsi di setiap sudut negeri, termasuk wilayah terpencil,” tambah Ibrahim.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyampaikan apresiasi atas sinergi BI, TNI AL, dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan ERB 2025. Menurut dia, kegiatan ini bukan sekadar mendistribusikan uang rupiah, tapi juga menjadi bukti kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat semangat kebangsaan.
“Ekspedisi ini wujud sinergi nyata menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan dan alat pemersatu bangsa. Dari Jawa Timur, kita ingin meneguhkan semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh yang berpijak pada filosofi Jatim Bisa — berdaya, inklusif, sinergis, dan adaptif,” ujar Adhy. (*)
Editor : Lambertus Hurek