RADAR SURABAYA - Setelah viralnya “Tepuk Sakinah” dari Kementerian Agama, kini giliran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkenalkan “Tepuk Gempa”, sebuah gerakan yel-yel sederhana yang bertujuan memberikan edukasi mitigasi bencana gempa bumi kepada masyarakat.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik BMKG untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa di wilayah rawan bencana.
Gerakan ini dirancang agar mudah diingat dan dilakukan oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan komunitas lokal.
Dengan lirik yang mengajak untuk tetap tenang dan melakukan tindakan aman saat terjadi gempa, Tepuk Gempa menjadi sarana edukasi yang interaktif dan menyenangkan.
Tepuk Gempa merupakan bagian dari kampanye mitigasi bencana yang dikemas dalam format yel-yel agar lebih mudah diterima oleh masyarakat.
BMKG menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan penting, yakni jangan panik saat gempa terjadi, dan segera lakukan langkah-langkah aman seperti merunduk, melindungi kepala, dan berlindung di tempat yang aman.
Lirik inti dari Tepuk Gempa berbunyi “Kalau Gempa, Jangan Panik, Jangan Lari, Prok prok prok (tepuk tangan 3 kali), Karena Ada Cara Aman Dari Kami, Prok prok prok (tepuk tangan 3 kali), Merunduk Jaga Kepala, Berlindung di Bawah Meja, Usai Gempa, Lalu Keluar”
Menurut BMKG, pendekatan edukatif seperti ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran sejak dini, terutama di sekolah-sekolah dan daerah rawan gempa.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) yang telah dijalankan BMKG selama satu dekade untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menekankan bahwa edukasi publik harus dilakukan secara kreatif agar pesan mitigasi dapat diterima dengan baik. “Kita harus lebih siap dan tangguh juga memperkuat mitigasi,” ujarnya
Tepuk Gempa bukan sekadar yel-yel viral, tetapi merupakan strategi edukasi yang dirancang untuk memperkuat budaya siaga bencana di Indonesia.
Dengan pendekatan yang ringan namun bermakna, BMKG berhasil menyampaikan pesan penting tentang keselamatan saat gempa kepada masyarakat luas.
Gerakan ini diharapkan dapat diterapkan secara luas di sekolah, komunitas, dan lingkungan kerja sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan nasional menghadapi ancaman gempa bumi.
Edukasi yang sederhana, konsisten, dan menyenangkan seperti Tepuk Gempa menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang lebih siap menghadapi bencana. (nur)