RADAR SURABAYA - Setelah mencetak sejarah sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa pada Juni 2025, Jumbo kini melangkah lebih jauh ke panggung internasional.
Film produksi Visinema ini telah mendapatkan hak distribusi di 40 negara, menjadikannya salah satu karya lokal yang paling luas jangkauannya secara global.
Capaian ini jauh melampaui prediksi awal sang kreator, Ryan Adriandhy, yang sebelumnya menyebut Jumbo akan tayang di 17 negara.
Visinema mengumumkan bahwa hak penayangan terbaru mencakup kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Rusia.
CEO Visinema sekaligus produser Jumbo, Angga Dwimas Sasongko, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kekuatan cerita Jumbo yang berakar pada nilai-nilai keluarga dengan pendekatan naratif yang emosional dan universal.
Untuk mendukung kesuksesan Jumbo di pasar global, Angga telah menyiapkan peta jalan pengembangan jangka panjang.
“Jumbo kami bangun dengan economic runway yang panjang agar proses kreatifnya matang. Kreator butuh waktu untuk menciptakan sesuatu yang relevan lintas generasi,” ujarnya.
Ryan Adriandhy juga mengonfirmasi bahwa ia telah memiliki ide untuk sekuel Jumbo, baik dari segi tema maupun arah cerita.
Namun, ia menekankan bahwa proyek lanjutan ini akan memerlukan waktu karena harus digarap dari awal.
Daftar negara yang sudah memutar film animasi Jumbo per Oktober 2025:
1. Rusia (Juni 2025)
2. Belarus (Juni 2025)
3. Uzbekistan (Juni 2025)
4. Kyrgyzstan (Juni 2025)
5. Malaysia (Juni 2025)
6. Singapura (Juni 2025)
7. Brunei Darussalam (Juni 2025)
8. Vietnam (Agustus 2025)
9. Taiwan (Oktober 2025)
10. Uni Emirat Arab (Oktober 2025)
Keberhasilan Jumbo menembus pasar internasional menjadi bukti bahwa film animasi lokal mampu bersaing secara global jika dibangun dengan visi kreatif yang kuat dan cerita yang menyentuh lintas budaya.
Dengan dukungan distribusi yang luas dan rencana pengembangan berkelanjutan, Jumbo tak hanya menjadi kebanggaan industri film Indonesia, tetapi juga simbol bahwa kisah lokal bisa menggema di panggung dunia. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari