RADAR SURABAYA - Insiden mengejutkan terjadi di Apartemen Easton Park, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (12/10) dini hari.
Seorang pemuda berinisial FS, 20, warga Kampung Kendeng RT03/05, Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, dilaporkan nekat melompat dari lantai 10 apartemen setelah terlibat cekcok dengan teman kencannya.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Roger Thomas, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut insiden terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
Berdasarkan pemeriksaan awal, FS diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras saat melakukan aksinya.
Menurut keterangan polisi, FS dan teman kencannya, RI, 20, warga Jatinangor, check-in di kamar apartemen nomor 1573 di lantai 15 pada Sabtu malam (11/10) sekitar pukul 22.00 WIB.
Di dalam kamar, keduanya mengonsumsi minuman beralkohol. FS kemudian meminta berhubungan intim, namun RI menolak dengan alasan kelelahan. Penolakan tersebut memicu emosi FS yang kemudian melakukan kekerasan fisik terhadap RI.
“Korban RI dipukul di bagian kepala dan wajah, bahkan rambut dan tangannya sempat ditarik saat keluar kamar,” ujar Kompol Roger Thomas.
Setelah sempat meminta handphone dan kunci motor milik RI, FS kembali mengejar RI yang berhasil melarikan diri dan melapor ke petugas sekuriti di lobi apartemen. RI kemudian dibawa ke pos keamanan untuk perlindungan.
Tak lama setelah itu, petugas sekuriti lain melaporkan adanya seseorang yang jatuh dan menimpa mobil Mitsubishi Xpander berpelat nomor B 2606 UOU di lantai dasar apartemen.
Setelah diminta mengecek, RI mengonfirmasi bahwa orang yang jatuh adalah FS, teman kencannya.
Rekaman CCTV menunjukkan FS turun dari lantai 15 menggunakan tangga darurat menuju lantai 10, lalu melompat dari jendela lorong.
Saat ditemukan, FS dalam kondisi tanpa busana, hanya dibalut selimut merah, dan terlentang di atas mobil yang terparkir.
Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS AMC Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan luka di bagian tubuh dan kepala.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan kondisi psikologis korban. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari