Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan program Pendidikan Apresiasi Seni di sekolah Islam guna menghidupkan tradisi seni dan musik Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program ini bertujuan menghapus stigma negatif terhadap seni di pendidikan Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan nasional.
Program ini pertama kali digelar di Kota Solo, yang dikenal memiliki lembaga keagamaan dengan pandangan konservatif terhadap musik di sekolah.
“Program ini pertama kali hadir di Kota Solo. Tentunya menggandeng banyak seniman lokal untuk memperkenalkan musik ke anak-anak sekolah,” ujar Fajar saat diskusi Konferensi Musik Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (10/10).
Fajar menekankan bahwa seni merupakan bagian integral dari pendidikan, membantu peserta didik mengembangkan kreativitas, empati, serta sensitivitas terhadap nilai budaya dan kemanusiaan. Pemerintah menempatkan seni sebagai unsur strategis dalam sistem pendidikan nasional.
“Karena seni merupakan bagian dari proses pendidikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seni juga berperan dalam membentuk budi pekerti dan perasaan manusia, prinsip yang telah tertuang dalam Undang-Undang Dasar dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
“Dalam UUD tersebut, sudah tergambar jelas bahwa seni menjadi bagian yang terhormat. Dan tujuan pendidikan nasional adalah melahirkan manusia yang terhormat dan beriman,” jelas Fajar.
Sartana, Kasubdit Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Direktorat SMK, menambahkan bahwa pendidikan musik sejak usia dini sangat penting. Seni musik diyakini dapat menstimulasi fungsi otak, khususnya kemampuan kognitif, serta mendukung perkembangan motorik anak.
“Selain kognitif, seni musik juga membantu dalam perkembangan motorik anak,” jelas Sartana.
Ia menambahkan bahwa pendekatan melalui musik membuat proses belajar lebih menyenangkan dan efektif.
“Terbukti, anak-anak lebih cepat mengingat pelajaran ketika materi disampaikan dengan irama musik. Dengan seni dan musik, anak-anak cepat menghafal. Kami pun terus berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk menghadirkan maestro musik di sekolah,” tutupnya penuh harap.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan mampu menghargai warisan seni nasional sejak dini. (ris/fir)
Editor : M Firman Syah