RADAR SURABAYA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan membangun ulang Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tragedi ambruknya bangunan mushala lantai tiga yang menewaskan 63 orang pada akhir September lalu.
Pembangunan ulang dipilih sebagai solusi menyeluruh, menggantikan opsi revitalisasi yang dinilai tidak efisien secara teknis dan anggaran.
Rencana Pembangunan dan Sumber Anggaran
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembangunan ulang lebih tepat dibandingkan perbaikan parsial.
Ia menilai struktur bangunan lama tidak layak dipertahankan dan akan dibangun dari nol agar lebih aman dan sesuai standar konstruksi.
“Bangunan yang warna hijau itu lebih murah kalau dirobohkan. Ya dibangun baru dari nol, daripada kita tambal sulam,” ujar Dody usai bertemu Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa (7/10).
Terkait anggaran, Kementerian PUPR masih melakukan perhitungan bersama pihak terkait. Dody menyebut sumber dana utama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun tidak menutup kemungkinan adanya dukungan dari pihak swasta.
“Kalau soal anggaran, insyaallah cukup dari APBN. Tapi tidak menutup kemungkinan ada bantuan dari swasta,” tambahnya.
Dody juga menjelaskan bahwa meski anggaran pondok pesantren biasanya berada di bawah Kementerian Agama, kondisi darurat seperti ini membuat Kementerian PUPR ikut turun tangan.
Siapkan Hotline Bangunan Rawan Ambruk
Dalam kesempatan yang sama, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengumumkan bahwa pemerintah akan membuka layanan hotline bagi masyarakat yang ingin melaporkan bangunan sekolah atau pondok pesantren yang rawan ambruk.
Layanan ini bertujuan mencegah kejadian serupa dan mempercepat penanganan bangunan berisiko.
“Kita buka hotline, nanti dikasih tahu nomornya. Tolong disampaikan kepada masyarakat, pesantren-pesantren yang merasa rawan, konsultasi saja dengan hotline,” ujar Muhaimin.
Tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny yang menewaskan 67 orang menjadi titik balik bagi pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan penanganan bangunan pendidikan keagamaan.
Pembangunan ulang gedung ponpes oleh Kementerian PUPR menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan santri dan memperbaiki infrastruktur secara menyeluruh.
Dengan dibukanya layanan hotline, masyarakat kini memiliki akses untuk melaporkan bangunan rawan ambruk, sebagai bagian dari upaya preventif nasional. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari