Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua Prajurit Gugur, Wakil Panglima TNI Pastikan Evaluasi Perayaan HUT ke-80 TNI 2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 8 Oktober 2025 | 01:42 WIB
Wakil Panglima TNI  Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

RADAR SURABAYA – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memastikan pihaknya akan mengevaluasi seluruh rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI tahun 2025.

Langkah ini diambil setelah dua prajurit gugur dalam insiden terpisah yang terjadi selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan HUT TNI.

“Kita akan evaluasi perayaan HUT TNI,” ujar Tandyo saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).

Ia tidak merinci aspek yang akan dievaluasi, namun menegaskan bahwa TNI akan memastikan gelaran serupa di masa mendatang dapat berjalan dengan kondusif dan tanpa korban jiwa.

Dua Prajurit Gugur dalam Rangkaian HUT TNI

Insiden pertama menimpa Praka Marinir Zaenal Mutaqim, prajurit TNI Angkatan Laut yang meninggal dunia saat mengikuti prosesi terjun payung dalam gelaran sailing pass atau parade armada laut di Teluk Jakarta, Kamis (2/10).

Zaenal tergabung dalam tim terjun payung yang tengah melakukan simulasi tempur dalam rangka perayaan HUT ke-80 TNI.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (4/10), Prajurit Satu Johari Alfarizi dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) juga meninggal dunia setelah terjatuh dari atas tank milik TNI AD.

Pangkostrad Letjen TNI Mohamad Fadjar menjelaskan bahwa saat itu Johari berada di atas tank yang sedang diangkut menggunakan kendaraan transporter.

Tank tersebut dipindahkan untuk keperluan acara puncak HUT TNI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, yang digelar Minggu (5/10).

“Saat proses pemindahan berlangsung, Johari terjatuh dari ketinggian sekitar empat meter dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh serta patah tulang,” kata Fadjar.

Johari sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

TNI Janji Evaluasi Menyeluruh

Atas dua insiden tersebut, Jenderal Tandyo menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar pelaksanaan perayaan HUT TNI di masa mendatang lebih aman dan tertib.

“Evaluasi dilakukan agar ke depan kegiatan serupa dapat berjalan tanpa harus memakan korban jiwa,” katanya.

TNI, lanjut Tandyo, berkomitmen menjaga keselamatan seluruh prajurit dalam setiap tugas maupun kegiatan seremonial, termasuk dalam acara berskala nasional seperti peringatan HUT TNI.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#HUT ke-80 #tni #wakil panglima tni #Jenderal TNI Tandyo Budi Revita