RADAR SURABAYA - Seorang petani lanjut usia di Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah berduel dengan ular king cobra sepanjang empat meter di dalam rumahnya.
Peristiwa menggemparkan ini terjadi di Kampung Cipetir, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, dan langsung mengundang perhatian aparat serta warga sekitar.
Korban bernama Ocang, 70, ditemukan tak bernyawa pada Senin (6/10) pagi, oleh warga bernama Erwanto yang sedang menyadap karet di sekitar lokasi.
Menurut Camat Cidadap Azwar Fauzi, laporan pertama diterima oleh petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) sekitar pukul 09.35 WIB, yang kemudian langsung menuju lokasi bersama tim dari Polsek dan Puskesmas Cidadap.
Camat Cidadap, Azwar Fauzi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterima dari petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) sekitar pukul 09.35 WIB.
Petugas gabungan dari P2BK, Polsek, dan Puskesmas Cidadap langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan jenazah.
“Betul, korban atas nama Ocang ditemukan sudah meninggal dunia sekitar pukul enam pagi oleh warga bernama Erwanto yang sedang menyadap karet di sekitar lokasi,” ujar Azwar dikutip dari Detikcom, Senin (6/10).
Peristiwa diperkirakan terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB. Rumah korban yang terpencil dan dikelilingi kebun karet membuatnya tidak mendapat pertolongan saat diserang.
Ular king cobra diduga masuk dari arah dapur dan langsung menyerang kaki kanan korban.
Meski dalam kondisi terdesak, Ocang diduga sempat melawan menggunakan parang dan tongkat kayu.
Jejak pertarungan terlihat jelas di lokasi. Perabot rumah berantakan, tanah di sekitar dapur bergurat bekas gesekan keras, dan ular ditemukan tewas dengan kepala tertancap tongkat kayu. Namun, racun yang telah menjalar di tubuh korban membuatnya tak mampu bertahan.
Dalam kondisi kritis, Ocang sempat keluar rumah dan berjalan menuju jalur setapak untuk mencari pertolongan.
Sayangnya, tubuhnya yang lemah tak mampu menahan efek racun, dan ia tersungkur di jalan setapak tak jauh dari rumahnya.
“Diduga korban tidak kuat lagi menahan bisa ular di tengah perjalanan saat hendak meminta tolong. Ia akhirnya tersungkur dan meninggal dunia seorang diri,” kata Azwar.
Pemerintah desa telah melakukan koordinasi untuk membantu keluarga korban, sementara pihak kecamatan menyiapkan dukungan psikososial. Azwar menegaskan bahwa peristiwa ini murni kecelakaan akibat serangan hewan berbisa.
“Kami imbau warga yang tinggal di dekat kebun atau hutan agar lebih waspada, terutama saat malam hari. Jika menemukan ular besar, jangan ditangani sendiri, segera laporkan kepada petugas yang berpengalaman,” ujarnya.
Meski kasus serangan ular berbisa jarang terjadi, wilayah Cidadap memang berdekatan dengan area hutan dan kebun karet yang menjadi habitat alami berbagai jenis ular.
Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan aparat desa untuk menyusun langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari