Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lawan Vandalisme dengan Kreativitas, Pemkot Surabaya Gandeng Komunitas Mural Percantik Ruang Publik

Dimas Mahendra • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:35 WIB
 
RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih pendekatan kreatif dalam menjaga keindahan kotanya. Tak hanya menertibkan, Pemkot kini melibatkan komunitas mural dan seniman muda untuk melawan aksi vandalisme melalui karya seni publik yang edukatif dan menarik.
 
Langkah ini dilakukan menyusul maraknya aksi corat-coret liar di sejumlah titik kota. Salah satu yang menjadi sorotan adalah akses jembatan di Jalan Gubeng Pojok, yang dindingnya dipenuhi coretan tidak beraturan.
 
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa tindakan tersebut telah merusak estetika kota yang selama ini dikenal rapi dan bersih.
 
“Pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi vandalisme dengan mencorat-coret bangunan. Itu terjadi di akses jembatan di Jalan Gubeng Pojok. Aksi corat-coret ini juga ditemui di beberapa bangunan di sejumlah tempat lainnya,” kata Fikser.
 
Menurutnya, aksi vandalisme bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menurunkan nilai estetika dan mencoreng citra Surabaya sebagai kota modern yang ramah lingkungan.
 
“Aksi vandalisme ini menyebabkan estetika kota tidak bagus. Kita ingin semua ruang publik di Surabaya tertata dan nyaman dipandang oleh siapa pun yang melintas,” ujarnya.
 
 
Namun alih-alih hanya membersihkan, Pemkot Surabaya mengambil langkah lebih progresif. Melalui kolaborasi dengan komunitas mural, dinding-dinding yang sebelumnya menjadi sasaran vandalisme kini disulap menjadi kanvas seni yang mempercantik kota.
 
“Pemkot Surabaya menggandeng komunitas mural untuk mempercantik bangunan-bangunan yang menjadi lokasi vandalisme,” jelas Fikser.
 
Kerja sama ini, lanjut Fikser, bukan sekadar memperindah kota, melainkan juga menjadi ruang ekspresi legal dan positif bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas mereka.
 
“Dengan pendekatan seperti ini, kita tidak hanya membersihkan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa ruang publik adalah milik semua, dan harus dijaga bersama,” katanya.
 
Selain memperkuat pendekatan kolaboratif, Pemkot juga mengajak warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari tindakan vandalisme. Warga bisa melapor melalui aplikasi WargaKu atau Command Center (CC) 112 jika menemukan aksi serupa di lingkungannya. (*)
Editor : Lambertus Hurek
#komunitas surabaya #M Fikser #seniman jalanan #vandalisme Surabaya #corat coret