RADAR SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menegaskan pentingnya sosialisasi yang masif terkait rencana pengoperasian Trans Jatim koridor Malang.
Hal ini disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dishub Kota Malang, Ketua DPRD, serta Komisi C DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim itu mengatakan, sebagian pihak masih belum sepenuhnya memahami tujuan program ini, termasuk para sopir angkot.
“Kami meminta Dishub Provinsi Jatim untuk terus mensosialisasikan ini agar bukan hanya masyarakat, terutama sopir-sopir angkot itu paham,” ujarnya, Rabu (1/10).
Dewanti menegaskan, kehadiran Trans Jatim bertujuan menambah fasilitas transportasi yang bisa menguntungkan semua pihak.
Dirinya menyebutkan, teknis pembagian trayek dan jalur masih dalam tahap pembahasan dan akan menyesuaikan masukan dari sopir, masyarakat, maupun Dishub.
“Jalan yang akan dilalui bisa berubah sampai ada titik temu yang win-win solution. Itu baru dijalankan,” tegasnya.
Anggota DPRD Jatim Dapil Malang Raya itu juga menyebutkan dampak positif Trans Jatim bagi Malang Raya. Kehadiran transportasi publik ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, mahasiswa, hingga wisatawan.
“Mahasiswa yang setiap tahun 100 ribu orang masuk ke Malang Raya, yang tidak punya kendaraan, bisa menggunakan ini dan menghemat pengeluaran. Wisatawan dari Jakarta pun bisa langsung terlayani tanpa harus keluar biaya transportasi mahal,” jelasnya.
Menurutnya Trans Jatim juga masih disubsidi oleh Pemprov Jatim. Sehingga akan memberikan banyak keuntungan bagi pengguna.
“Kalau masuk hitungan, tidak mungkin 5 ribu itu menutup biaya operasional. Tapi ini dampaknya besar, memutar ekonomi dan membantu masyarakat,” ucapnya.
"Ya nanti kalau sudah benar benar memberikan manfaat dan dibutuhkan keberadaannya, secara bertahap subsidi akan dihilangkan," pungkasnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista