Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Drama Penyelamatan Santri Ponpes Al Khoziny, Tim Rescue Surabaya Berjuang di Tengah Medan Berbahaya

Dimas Mahendra • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:55 WIB

 

Petugas melakukan evakuasi korban musala ambruk di Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo. (IST)
Petugas melakukan evakuasi korban musala ambruk di Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo. (IST)

RADAR SURABAYA – Upaya dramatis penyelamatan para santri korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, menyisakan kisah menegangkan. Tim rescue Kota Surabaya bersama tim gabungan harus berjuang ekstra di tengah medan sempit dan berbahaya untuk bisa mengevakuasi korban yang terjebak di bawah puing bangunan.

 Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menggambarkan betapa sulitnya kondisi lapangan. “Memang situasinya, kondisinya, sangat sulit. Dengan alat yang kita miliki, seperti kamera dan live detector memungkinkan teman-teman bisa memantau posisi dan kondisi para korban,” ujarnya.

 Baca Juga: Curi Motor Trail di Kos Siwalankerto Permai Surabaya, Pelaku Berlagak Seperti Penghuni

Beberapa santri berhasil diselamatkan dalam operasi penuh ketegangan, di antaranya Yusuf, Haikal, dan Deni. Yusuf menjadi korban pertama yang dievakuasi, sementara proses penyelamatan Haikal harus dilakukan dengan penuh perjuangan karena tubuhnya terjepit material reruntuhan.

 “Kondisi Haikal sangat sulit karena punggungnya terjepit dan tertutup bordes atau material reruntuhan lain. Namun, ia akhirnya berhasil diselamatkan. Saat dievakuasi, Haikal berada dalam status kuning, yang berarti masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit,” jelas Laksita Rini.

 Di tengah reruntuhan yang nyaris tanpa celah, tim rescue tak hanya fokus mengevakuasi, tetapi juga menjaga psikologis korban. Mereka terus menjalin komunikasi untuk memastikan kesadaran para santri tetap terjaga.

 Baca Juga: Transformasi Layanan Keuangan, AgenBRILink Hadirkan Akses Perbankan Hingga Wilayah 3T

“Anak-anak (santri) banyak, dan masih ada teriak-teriakan. Tim mengajak santri berkomunikasi untuk memberikan dukungan moral, seperti sabar ya nak, serta memberikan semangat kepada anak-anak bahwa tim akan menolong,” ungkapnya.

 Bahkan, di saat yang serba terbatas, tim berupaya memberikan makanan dan minuman kepada korban. Haikal misalnya, hanya bisa menggerakkan tangannya untuk menerima makanan karena posisinya yang terjepit reruntuhan.

 Operasi semakin penuh risiko setelah gempa susulan pada Selasa (30/9/2025) malam. Getaran itu dikhawatirkan bisa memicu pergerakan bangunan, sehingga membahayakan baik korban maupun tim penyelamat. Meski begitu, tim menurut Laksita terus berupaya dan bekerja dengan penuh kehati-hatian.

 “Medannya cukup sulit dan ini memang tantangan yang sangat luar biasa bagi tim rescue. Mereka menyusup dengan cuma ketinggian berapa senti dengan satu kepala, sampai mepet-mepet dengan material,” pungkasnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#Ponpes Al Khozini Sidoarjo Ambruk #Ponpes Al Khoziny #dkpp surabaya #Evakuasi santri Sidoarjo