RADAR SURABAYA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memprioritaskan suplai vital berupa oksigen, makanan, minuman, hingga infus bagi korban berstatus merah yang
masih terjebak di bawah reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa kondisi korban dengan status kesadaran merah masih memungkinkan bertahan lebih dari batas waktu krusial 72 jam pascakejadian apabila mendapatkan suplai vital.
“Selama korban bisa dijangkau melalui celah di bawah reruntuhan dan mendapat suplai makanan, minuman, serta infus, maka mereka masih bisa bertahan lebih lama,” kata Syafii di Sidoarjo, Rabu (1/10/2025).
Korban Masih Tunjukkan Tanda Kehidupan
Menurut Syafii, korban yang masih terjebak reruntuhan menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Hal itu ditunjang dengan pasokan oksigen, makanan, minuman, infus, vitamin, dan obat-obatan yang disalurkan oleh tim penyelamat.
Ia menegaskan bahwa setiap nyawa sangat berharga dalam prinsip Basarnas maupun visi internasional Search and Rescue (SAR).
“Apalagi korban kali ini adalah anak-anak yang berpotensi membawa negara menjadi lebih baik di masa depan. Karena itu, kami akan terus memprioritaskan upaya penyelamatan,” ujarnya.
379 Personel dari 65 Instansi Dikerahkan
Syafii menyebutkan bahwa dalam proses evakuasi ini dikerahkan 379 personel gabungan yang berasal dari 65 instansi berbeda.
Hal tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani musibah yang terjadi pada 29 September 2025.
Tim penyelamatan gabungan sejauh ini menemukan 15 titik keberadaan korban di bawah reruntuhan mushala Ponpes Al Khoziny.
Dari jumlah tersebut, delapan korban berstatus hitam, sedangkan tujuh lainnya berstatus merah.
11 Korban Sudah Dievakuasi
Hingga Rabu dini hari, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 11 korban. Namun, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Basarnas dan tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti untuk menyelamatkan korban lain yang masih terjebak reruntuhan, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan