Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Kirim Tim Rescue Bantu Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Dimas Mahendra • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:38 WIB
Tim BPBD Surabaya dikerahkan ke Sidoarjo untuk membantu evakuasi santri yang terjebak reruntuhan bangunan Musala Al Khoziny Buduran. (IST)
Tim BPBD Surabaya dikerahkan ke Sidoarjo untuk membantu evakuasi santri yang terjebak reruntuhan bangunan Musala Al Khoziny Buduran. (IST)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat membantu penanganan insiden ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Pemkot menerjunkan satu unit mobil Heavy Duty Rescue (HRD) lengkap dengan tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bantuan dikirim setelah Pemkab Sidoarjo meminta dukungan karena keterbatasan tim penyelamatan. “Sidoarjo meminta bantuan kepada kami karena ada kejadian ambruk, dan ternyata satu-satunya yang punya mobil tim rescue adalah Kota Surabaya. Jadi kemarin kita ditelepon dan kita kirimkan tim secara langsung,” ujar Eri, Selasa (30/9).

Menurutnya, langkah ini bukan kali pertama dilakukan Pemkot Surabaya. Sebelumnya, tim rescue Surabaya juga dikerahkan membantu penanganan insiden di Gresik. “Bukan hanya di Sidoarjo, kemarin di Gresik ketika ada kejadian juga meminta bantuan Surabaya. Alhamdulillah, Surabaya bisa bantu daerah-daerah sekitarnya, moga-moga berkah,” imbuhnya.

Eri menambahkan, terdapat santri asal Surabaya yang menjadi korban reruntuhan. Pemkot memastikan penanganan medis terbaik dengan merawat korban di RSUD Dr. Soewandhie.

“Santri dari Surabaya yang jadi korban sudah dirawat di Rumah Sakit Soewandhie. Kita berikan perawatan maksimal,” jelasnya. Ia juga berencana menjenguk korban untuk memberi dukungan moral.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bantuan dikirim tak lama setelah insiden. Mobil HRD tersebut membawa 19 jenis peralatan penyelamatan canggih. Di antaranya kamera dan life detector untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan, shot camera berupa stik untuk memvisualisasi lokasi sempit, hingga alat penyangga hidrolis guna menahan reruntuhan.

“Peralatan di mobil HRD sudah lengkap untuk evakuasi. Ada kamera, life detector yang bisa mendeteksi keberadaan korban melalui detak jantung atau suara, juga alat penyangga hidrolis,” ungkapnya.

Selain itu, DPKP mengirim dua regu personel yang sejak laporan kejadian langsung berada di lokasi. Mereka masih melakukan evakuasi mencari santri yang diduga terjebak di reruntuhan.

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menambahkan pihaknya juga mengirim satu pleton tim rescue dengan perlengkapan seperti helm safety, mesin pemotong besi, penyangga hidrolis, lampu, dan jack hammer. “Tim dan alat masih bertugas di lapangan untuk membantu evakuasi,” katanya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Ponpes Al Khozini Sidoarjo Ambruk #BPBD Surabaya #Ponpes Al Khoziny Sidoarjo #tim rescue surabaya #wali kota surabaya #Eri Cahyadi