Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tepuk Sakinah Viral di Media Sosial, Simbol Edukasi Pernikahan Islami yang Menghibur

Nurista Purnamasari • Rabu, 1 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Tepuk Sakinah yang kini viral.
Tepuk Sakinah yang kini viral.

RADAR SURABAYA - Fenomena “Tepuk Sakinah” tengah menjadi tren viral di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Konten ini banyak digunakan dalam acara keagamaan, seminar pranikah, hingga kampanye keluarga sakinah.

Dengan gaya penyampaian yang ringan dan ritmis, Tepuk Sakinah berhasil menarik perhatian generasi muda sebagai bentuk edukasi pernikahan Islami yang menyenangkan dan mudah diingat.

Tepuk Sakinah biasanya dibawakan dalam bentuk tepuk tangan berirama yang diselingi kalimat-kalimat motivatif tentang pentingnya membangun rumah tangga yang dilandasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Konten ini kerap digunakan oleh guru, ustazah, hingga penyuluh agama dalam kegiatan edukatif di sekolah, pesantren, dan komunitas muslim.

Makna dan Respons Publik terhadap Tepuk Sakinah

Tepuk Sakinah bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari gerakan literasi keluarga Islami yang menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan emosional dalam membangun rumah tangga.

Kata “sakinah” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti ketenangan, dan menjadi salah satu pilar dalam konsep pernikahan Islami bersama “mawaddah” (cinta) dan “rahmah” (kasih sayang).

Konten Tepuk Sakinah biasanya berisi kalimat seperti: "Tepuk sakinah… sakinah itu tenang, cinta karena Allah, nikah bukan main-main, siap jadi imam, siap jadi makmum".

Kalimat tersebut disampaikan dengan semangat dan irama yang membuat audiens mudah menghafal dan memahami pesan moralnya.

Respons publik terhadap tren ini cukup positif. Banyak warganet menganggap Tepuk Sakinah sebagai cara kreatif untuk menyampaikan nilai-nilai pernikahan Islami tanpa kesan menggurui.

Beberapa video bahkan digunakan dalam acara resmi seperti bimbingan pranikah KUA, seminar parenting, dan pelatihan remaja masjid.

Ustazah Fitri Handayani, penyuluh agama di Jakarta Timur, menyebut Tepuk Sakinah sebagai media dakwah yang efektif untuk generasi digital.

Ia menambahkan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan seperti ini bisa menjadi jembatan antara nilai agama dan gaya komunikasi anak muda.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut positif dari viralnya Tepuk Sakinah yang diunggah di medsos.

Menurutnya, Kementerian Agama berusaha mengembangkan program-program Kemenag. "Ya, segala hal yang positif akan kita kembangkan. Yang negatif itu kita akan kita hilangkan," kata Nasaruddin dikutip Rabu (1/10).

Tepuk Sakinah menjadi bukti bahwa edukasi keagamaan bisa dikemas secara kreatif dan relevan dengan zaman.

Viral di media sosial, konten ini tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang kesiapan menikah dan membangun keluarga Islami.

Dengan dukungan dari komunitas dakwah dan lembaga keagamaan, Tepuk Sakinah berpotensi menjadi gerakan literasi keluarga yang lebih luas dan berdampak positif bagi generasi muda Indonesia. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Menteri Agama #Edukasi #tepuk sakinah #kementerian agama #sakinah #ice breaking #kampanye keluarga #bimbingan pernikahan #kalimat motivasi