Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hujan Es Guyur Lampung Barat, Atap Rumah Bocor dan Listrik Padam BMKG Ungkap Penyebabnya

Muhammad Firman Syah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:18 WIB
Fenomena hujan es di Lampung Barat yang berlangsung sekitar satu jam, membuat sejumlah atap rumah bocor dan jaringan listrik terputus.
Fenomena hujan es di Lampung Barat yang berlangsung sekitar satu jam, membuat sejumlah atap rumah bocor dan jaringan listrik terputus.

Lampung Barat - Fenomena hujan es mengguyur Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin (29/9) sore. Peristiwa langka yang terjadi sekitar pukul 15.30-16.30 WIB itu membuat warga panik karena butiran es sebesar kelereng menghantam atap rumah.

Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kebocoran akibat hantaman es, sementara aliran listrik di beberapa titik terputus hingga malam hari. Petugas PLN bersama aparat desa segera turun tangan memperbaiki jaringan yang terdampak.

“Awalnya dikira hujan biasa, tapi kemudian terdengar suara keras di atap rumah. Ternyata es yang jatuh,” ujar Rina, 38, warga setempat.

Hal senada disampaikan Elva, warga lainnya, yang mengaku baru pertama kali mengalami hujan es selama tinggal di Liwa.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkan fenomena ini. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Selatan, Nanang Buchori, menjelaskan bahwa hujan es dipicu cuaca ekstrem, termasuk suhu muka laut yang lebih hangat di perairan Lampung serta belokan angin di barat laut Bengkulu yang memicu terbentuknya awan petir.

“Butiran es terbentuk di dalam awan Cumulonimbus dengan arus naik sangat kuat. Kristal es kecil berulang kali terdorong naik-turun, membeku berlapis hingga cukup berat, lalu jatuh ke permukaan sebagai hujan es,” jelas Nanang.

Prakirawan BMKG Lampung, Yoyok Dewantoro, menambahkan, hujan es biasanya hanya berlangsung singkat, sekitar lima hingga 10 menit, namun dampaknya dapat merusak rumah warga maupun jaringan listrik.

Dalam ilmu meteorologi, hujan es atau hail adalah presipitasi berupa butiran es dari awan Cumulonimbus. Fenomena ini kerap muncul saat musim pancaroba, ketika suhu laut hangat, kelembapan tinggi, dan pola angin tidak menentu.

Ciri-cirinya ditandai hujan deras yang disertai angin kencang, kilatan petir, dan berpotensi menimbulkan puting beliung.

BMKG mengimbau masyarakat di daerah berbukit dan pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan es dapat memicu risiko tanah longsor.

"Meski fenomena alami, hujan es bisa merusak atap rumah hingga mengganggu jaringan listrik. Waspadai tanda-tanda awan pekat dan angin kencang,” pungkas Nanang. (wid/fir)

Editor : M Firman Syah
#fenomena #hujan es #cuaca ekstrem #lampung barat #awan cumulonimbus