Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Istana Kembalikan ID Pers Jurnalis CNN Indonesia yang Sempat Dicabut

Nurista Purnamasari • Senin, 29 September 2025 | 23:43 WIB
Wartawan CNN Indonesia Diana Valencia (tengah) menerima kembali ID liputan Istana usai pertemuan dengan Biro Pers Sekretariat Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/9).
Wartawan CNN Indonesia Diana Valencia (tengah) menerima kembali ID liputan Istana usai pertemuan dengan Biro Pers Sekretariat Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/9).

RADAR SURABAYA – Biro Pers Sekretariat Presiden memastikan tidak akan lagi mencabut kartu identitas (ID) liputan jurnalis yang meliput kegiatan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden pencabutan ID Pers milik wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia, yang terjadi pada Sabtu (27/9).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan bahwa Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI), Erlin Suastini, telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Diana dan pihak CNN Indonesia dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/9).

“Kami memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang kembali. Kepala Biro Pers dan Media juga telah menyesal atas penarikan ID teman-teman jurnalis,” ujar Yusuf kepada media.

Yusuf menegaskan bahwa Biro Pers Sekretariat Presiden menjunjung tinggi asas keterbukaan dan kebebasan pers sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia juga menyampaikan bahwa ID Pers milik Diana Valencia telah dikembalikan.

Sejalan dengan itu, Presiden Prabowo Subianto disebut sangat menjunjung tinggi kemerdekaan pers.
Pengembalian ID Pers tersebut diharapkan dapat membuka kembali ruang kolaborasi antara Istana dan jurnalis dalam peliputan program prioritas Presiden.

“Beliau (Presiden) tetap menjunjung, sangat menjunjung keterbukaan dan kebebasan pers,” tegas Yusuf.

Dalam kesempatan yang sama, Diana Valencia menyampaikan terima kasih atas permohonan maaf dan pengembalian ID Pers Istana miliknya.

Ia mengapresiasi komitmen Biro Pers untuk tidak mengulangi pencabutan akses liputan terhadap jurnalis.

“Mungkin teman-teman di sini juga tahu bagaimana kita bekerja, pasti ada tarik-menarik di lapangan soal posisi, doorstop, dan materi wawancara. Tapi penarikan ID ini akan jadi yang terakhir,” kata Diana.

Meski demikian, ia memahami bahwa teguran dari Biro Pers terkait protokol peliputan tetap mungkin terjadi, terutama menyangkut posisi jurnalis dan pertanyaan dalam wawancara cegat (doorstop). (cnn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ID Pers Jurnalis CNN Indonesia #Mbg #biro pers istana #kemerdekaan pers #ID Pers #Presiden Prabowo