Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral Tarian Dolalak di Acara Maulid Nabi, Ini Klarifikasi Panitia

Nurista Purnamasari • Sabtu, 27 September 2025 | 13:15 WIB
VIRAL: Tangkapan layar yang menampilkan sekelompok wanita menari dengan pakaian tradisional dolalak dengan backdrop acara Maulid Nabi.
VIRAL: Tangkapan layar yang menampilkan sekelompok wanita menari dengan pakaian tradisional dolalak dengan backdrop acara Maulid Nabi.

RADAR SURABAYA - Sebuah video yang menampilkan sekelompok wanita menari dengan pakaian tradisional dolalak viral di media sosial karena latar panggung bertuliskan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tayangan tersebut memicu kontroversi publik karena dianggap tidak sesuai dengan konteks peringatan keagamaan.

Pihak panitia penyelenggara pun akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi terkait waktu dan maksud kegiatan.

Video tersebut diketahui berasal dari Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan direkam pada 8 September 2025.

Dalam tayangan berdurasi sekitar 45 detik itu, terlihat penari mengenakan busana lengan pendek dan celana pendek khas dolalak, menari di atas panggung dengan backdrop bertuliskan “Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW”.

Klarifikasi Panitia dan Kronologi Kegiatan

Salah satu panitia acara, Soli, membenarkan bahwa video tersebut memang berasal dari kegiatan di desanya. Namun ia menegaskan bahwa tarian dolalak tidak berlangsung bersamaan dengan acara pengajian Maulid Nabi.

“Benar itu di desa kami. Tapi itu sebenarnya tidak di waktu yang sama, meskipun masih di hari yang sama,” ujar Soli dikutip dari Detikcom, Sabtu (27/9/2025).

Ia menjelaskan bahwa pengajian digelar pada pagi hingga siang hari, sedangkan pertunjukan seni dolalak berlangsung malam harinya di lokasi yang sama.

Soli mengakui adanya kelalaian panitia yang tidak mencopot backdrop pengajian saat acara seni berlangsung. Hal inilah yang memicu kesalahpahaman publik.

“Kami mengaku salah karena tidak melepas backdrop pengajian. Jadinya seperti ini, seakan-akan tari dolalak itu bagian dari peringatan Maulid Nabi,” jelasnya.

Konteks Budaya dan Tradisi Dolalak

Tari dolalak merupakan kesenian tradisional khas Kabupaten Purworejo yang kerap ditampilkan dalam berbagai acara hiburan rakyat di wilayah Jawa Tengah.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari perempuan dengan gerakan dinamis dan iringan musik tradisional.

Dalam beberapa tahun terakhir, dolalak juga menjadi bagian dari pertunjukan malam dalam rangka memeriahkan acara desa, termasuk peringatan hari besar nasional dan keagamaan.

Namun, penempatan waktu dan lokasi pertunjukan dolalak yang berdekatan dengan acara keagamaan seperti Maulid Nabi memang perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Video tersebut telah tersebar luas di berbagai platform media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian mengkritik keras panitia karena dianggap mencampuradukkan kegiatan hiburan dengan acara keagamaan, sementara lainnya menilai perlu ada edukasi budaya agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan pembinaan kepada panitia penyelenggara agar kegiatan seni dan keagamaan memiliki batas waktu dan ruang yang jelas. Hal ini penting untuk menjaga keharmonisan sosial dan menghormati nilai-nilai keagamaan. 

Kontroversi video tarian dolalak di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Wonosobo menjadi pelajaran penting tentang pentingnya manajemen acara dan sensitivitas budaya.

Klarifikasi panitia menunjukkan bahwa tidak ada niat mencampuradukkan kegiatan keagamaan dengan hiburan, namun kelalaian teknis seperti tidak mencopot backdrop dapat menimbulkan persepsi yang keliru. Ke depan, penyelenggara acara diharapkan lebih cermat dalam mengatur waktu, tempat, dan atribut kegiatan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#media sosial #viral #jawa tengah #wonosobo #maulid nabi #Tradisi Dolalak