Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dispora Jatim Diminta Serius Bina Atlet Muda, Bukan Recoki KONI

Andy Satria • Kamis, 25 September 2025 | 15:38 WIB
Pengamat olahraga Jawa Timur H RB Zainal Arifin.
Pengamat olahraga Jawa Timur H RB Zainal Arifin.

RADAR SURABAYA – Pengamat olahraga sekaligus tokoh gulat Jawa Timur, Zainal Arifin, menilai pencabutan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi

Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi menjadi titik balik penting bagi masa depan olahraga di Jawa Timur.

Menurutnya, keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir itu menyelamatkan Jawa Timur dari potensi “kebangkrutan olahraga prestasi”.

Ia menegaskan bahwa kontribusi atlet Jawa Timur selama ini tidak bisa dipisahkan dari prestasi olahraga nasional maupun internasional.

“Kita harus bersyukur kepada Allah SWT. Dengan dicabutnya Permenpora 14/2024, aturan yang banyak mudaratnya itu tidak akan lagi diberlakukan.

Ini kesempatan untuk mengembalikan arah pembinaan olahraga yang lebih baik di Jawa Timur,” ujar Zainal Arifin.

Dispora Jatim Diminta Fokus Pembinaan Atlet Muda

Zainal mendorong Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur untuk segera merapat ke Kemenpora dalam rangka introspeksi kedinasan.

Ia mengingatkan agar Dispora tidak hanya keras kepada KONI kabupaten/kota dan Pengprov Cabor saat peraturan lama baru diterapkan, tetapi mulai berfokus pada pembinaan jangka panjang atlet muda/pelajar.

Menurutnya, masih banyak hal yang bisa dilakukan Dispora Jatim, salah satunya menghidupkan kembali Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar (SPOP).

Zainal menekankan pentingnya pengucuran dana ke SPOP sebagai jalur awal pembinaan atlet muda, dengan tujuan jelas yakni Popda, dan Popnas.

“Dispora Jatim sebaiknya konsentrasi di pembinaan atlet pelajar, bukan mengambil alih peran Puslatda yang menjadi ranah KONI.

Kembangkan SPOP dengan serius, libatkan pakar olahraga dari Unesa, ahli gizi, psikologi, hingga biomekanik. Gelar event rutin sebagai evaluasi,” jelasnya.

Kalau kemudian bicara soal DBOD sebagai turunan DBON, Zainal menyarankan ambil saja atlet-atlet usia 10-15 untuk dibina jangka panjang menuju target lolos Olimpiade 2028, 2032.

Saatnya Rapatkan Barisan Olahraga Jatim

Lebih jauh, Zainal menyerukan agar semua pemangku kepentingan olahraga di Jawa Timur duduk bersama.

Menurutnya, sinergi pemerintah daerah, KONI, Pengprov Cabor, perguruan tinggi, dan tokoh olahraga sangat penting dalam menyusun perencanaan olahraga ke depan.

“Sudah saatnya kita menyatukan bahasa, merapatkan barisan, dan melangkah bersama untuk meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Mari kita gaungkan kembali semangat Dari Jawa Timur untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia,” tegas Zainal.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Permenpora 14 2024 #koni #DBON #zainal arifin #dispora jatim