Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ilmuwan Muda Indonesia Temukan Senyawa Baru untuk Diabetes, Diakui Dunia Internasional

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 20 September 2025 | 20:07 WIB
Fahrul Nurkolis dan Juan Leonardo, dua ilmuwan muda Indonesia, berhasil menemukan senyawa baru bernama Juanleoxy Fahrulanoside yang berpotensi menjadi terobosan baru dalam penanganan diabetes
Fahrul Nurkolis dan Juan Leonardo, dua ilmuwan muda Indonesia, berhasil menemukan senyawa baru bernama Juanleoxy Fahrulanoside yang berpotensi menjadi terobosan baru dalam penanganan diabetes

Jakarta – Prestasi membanggakan diraih dua ilmuwan muda asal Indonesia. Fahrul Nurkolis, 25, peneliti dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bersama Juan Leonardo, lulusan Beijing University of Chinese Medicine, berhasil menemukan senyawa baru yang berpotensi membantu pengendalian diabetes.

Senyawa yang diberi nama Juanleoxy Fahrulanoside (C12H23NO9) ini telah terdaftar di National Library of Medicine dan mendapat pengakuan internasional.

Penemuan tersebut berawal dari penelitian terhadap Delites, obat herbal asal Tiongkok yang populer di Indonesia. Dengan pendekatan bioinformatika dan in silico screening, keduanya menemukan senyawa yang menargetkan reseptor GLP-1 mekanisme penting dalam mengontrol kadar gula darah dan kesehatan metabolisme.

Penelitian yang dimulai sejak 2022 mencakup integrasi literatur herbal, validasi metabolomik, hingga uji awal in vitro. Hasilnya telah dipublikasikan di jurnal internasional Frontiers in Nutrition (Swiss, Scopus Q1), serta melibatkan kolaborasi dengan pakar dari Universitas Sumatera Utara dan Universitas Hasanuddin.

Fahrul menjelaskan, penamaan senyawa ini bukan sekadar gabungan nama dirinya dan Juan, melainkan simbol kolaborasi ilmuwan muda Indonesia yang mampu menembus panggung global.

"Ada unsur gabungan nama kami untuk menandai perjalanan kolaborasi dan semangat agar riset bisa dekat dengan masyarakat," ungkapnya.

Juan menambahkan, jika dikembangkan lebih lanjut, senyawa ini berpotensi menjadi dasar terapi diabetes yang efektif, aman, dan berbasis kekayaan hayati lokal.

Pengakuan dunia internasional datang saat keduanya diundang sebagai pembicara pada International Congress of Nutrition (ICN) 2025 di Paris, forum bergengsi yang diakui UNESCO dan WHO, serta didukung Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Kami mengirim abstrak sejak 2024, dan saat diumumkan lolos seleksi, itu momen bersejarah. Jarang sekali peneliti muda Indonesia bisa tampil di forum sebesar ini," kata Fahrul.

Meski menorehkan prestasi besar, perjalanan riset mereka penuh keterbatasan, mulai dari minim fasilitas hingga pendanaan yang terbatas. Namun, kolaborasi internasional dan pemanfaatan sumber daya lokal membuat penelitian tetap berjalan.

Fahrul menegaskan pentingnya integritas riset di Indonesia.

"Indeks integritas riset adalah alarm penting agar kampus-kampus kita berbenah. Integritas bukan sekadar mencegah plagiarisme, tapi budaya akademik sejak pengumpulan data hingga pelaporan hasil," jelasnya.

Baca Juga: Cuaca Panas Ancam Kesehatan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Juan turut menegaskan, tanpa integritas, riset sehebat apa pun akan kehilangan makna.

Saat ini, Juanleoxy Fahrulanoside masih berada pada tahap penelitian dasar. Senyawa ini berpotensi dikembangkan menjadi kapsul, tablet, atau minuman fungsional. Namun, proses panjang berupa uji praklinik, uji klinik, hingga perizinan edar masih harus ditempuh.

Fahrul berpesan agar generasi muda Indonesia berani bermimpi besar.

"Gali kearifan lokal, olah dengan teknologi modern, dan bawalah ke panggung dunia. Yang penting adalah keberanian untuk mulai, ketekunan menghadapi keterbatasan dan komitmen agar riset memberi manfaat nyata bagi bangsa, tuturnya. (wid/fir)

Editor : M Firman Syah
#penelitian #penemuan #kesehatan #diabetes