Radar Surabaya - Fenomena menarik terjadi di pasar emas Asia Tenggara. Hal ini setelah Thailand, yang dikenal sebagai pusat perdagangan emas di kawasan, mengalami lonjakan besar dalam ekspor emasnya. Meskipun demikian, keberhasilan Thailand ini sangat bergantung pada pasokan koin emas dari Indonesia.
Dalam tujuh bulan pertama 2025, ekspor emas Thailand ke Kamboja melonjak hingga 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Nilai ekspor tersebut tercatat mencapai 71,3 miliar baht, atau sekitar Rp31 triliun. Jika tren positif ini terus berlanjut, angka tersebut berpotensi melebihi rekor 2024 yang mencapai 106 miliar baht.
Baca Juga: Harga Emas Rabu 17 September 2025 Terus Naik, Bank Central Amerika Jadi Penentu Arah
Kamboja, yang memiliki ekonomi relatif kecil, kini menduduki posisi strategis sebagai salah satu tujuan utama ekspor emas Thailand, sejajar dengan negara-negara besar seperti Singapura dan Swiss. Lonjakan ekspor emas ini menarik perhatian berbagai pihak, mengingat Kamboja bukanlah pasar emas utama.
Federasi Industri Thailand (FTI) menyebutkan bahwa volume perdagangan emas ke Kamboja tidak sesuai dengan kebutuhan domestik negara tersebut. Fenomena ini menimbulkan dugaan bahwa emas yang diekspor ke Kamboja mungkin digunakan untuk aktivitas ilegal, termasuk sindikat scam dan kasino lintas batas. Bank of Thailand bahkan didesak untuk melakukan penelitian terkait arus emas ini, mengingat potensi risiko pencucian uang serta dampaknya terhadap penguatan baht yang bisa mengancam daya saing ekspor Thailand.
Baca Juga: Pabrik Emas di Benowo Masih Beroperasi Meski Disegel, DPRD Surabaya Desak Pemkot Tegas
Di sisi lain, Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia, mengalami lonjakan ekspor koin emas yang sangat signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, ekspor koin emas (HS 71189010) mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 57.826 persen pada periode Januari hingga Juli 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor koin emas Indonesia mencapai 752,7 juta USD, atau sekitar Rp 12,37 triliun, dengan hampir seluruhnya diserap oleh Thailand yang mengimpor koin emas Indonesia senilai 714,2 juta USD.
Meskipun beberapa pasar lain juga mulai mengimpor koin emas Indonesia, seperti Uni Emirat Arab (35,3 juta USD), India (3,2 juta USD), dan China (0,9 juta USD), Thailand tetap menjadi pembeli utama, dengan dominasi yang sangat besar.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Turun per 11 September 2025, Cek Daftar Lengkapnya!
Ledakan ekspor koin emas ini menempatkan produk tersebut sebagai salah satu komoditas dengan lonjakan tertinggi pada 2025, bersanding dengan komoditas seperti petroleum spirit, platinum, lithium oxide, dan LPG campuran.
Fenomena ini menciptakan paradoks yang menarik, sementara Thailand mengalami lonjakan ekspor emas ke Kamboja yang menimbulkan kecurigaan internasional, negara itu justru menyerap hampir seluruh pasokan koin emas Indonesia. Hubungan dagang ini menggambarkan bagaimana emas, baik dalam bentuk batangan maupun koin, kini menjadi instrumen investasi dan perdagangan resmi, serta bagian dari arus keuangan lintas batas yang sarat spekulasi. (mel/fir)
Editor : M Firman Syah