RADAR SURABAYA – Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri melanjutkan komitmennya untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.
Tahun ini, Tri kembali mendukung penyelenggaraan Liga Tendang Bola 2025 Mojokerto Series.
Yaitu kompetisi futsal pelajar terbesar di Jawa Timur yang menjadi wadah bagi Gen Z menyalurkan bakat, menjunjung sportivitas, dan membangun rasa percaya diri.
Sejak pertama kali digelar pada 2023, Liga Tendang Bola telah berkembang dari kompetisi tingkat kota menjadi ajang berskala regional di Surabaya, Mojokerto, dan Gresik.
Antusiasme pelajar sangat tinggi, tercermin dari lebih dari 121.000 penonton di Jawa Pos Arena pada edisi sebelumnya.
Khusus Mojokerto Series, tahun ini liga diikuti 32 sekolah dengan lebih dari 350 atlet, serta ditargetkan menarik 20.000 penonton offline dan 200.000 penonton online.
“Kami percaya generasi muda membutuhkan ruang untuk menyalurkan potensi, baik melalui olahraga maupun aktivitas kreatif lainnya,” kata Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Kamis (18/9).
Ia menjelaskan, dukungan Tri pada Liga Tendang Bola 2025 Mojokerto Series adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk tumbuh bersama Gen Z.
“Namun pemberdayaan ini tidak hanya berhenti di lapangan, kami juga hadir melindungi mereka saat mengeksplorasi dunia digital,” sambungnya.
Bukti nyata lain dari komitmen tersebut, lanjut Fahd, Tri juga menghadirkan Tri AI Anti-Spam/Scam.
Yaitu fitur keamanan berbasis kecerdasan buatan yang melindungi pengguna dari panggilan dan pesan mencurigakan.
“Dengan dukungan AIvolusi 5G – kombinasi AI dan kekuatan jaringan 5G Indosat – fitur ini memastikan Gen Z dapat beraktivitas digital dengan lebih aman,” ungkapnya.
Fahd menambahkan, melalui kombinasi dukungan terhadap sportainment dan inovasi digital berbasis AI, Tri menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi hemat dengan sinyal cepat.
“Tetapi juga sebagai partner digital Gen Z yang konsisten menghubungkan, melindungi, dan menginspirasi mereka untuk berani bermimpi besar,” pungkasnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa