Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Hadapi Polemik Permenpora 14/2024 dan Tantangan SEA Games 2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 18 September 2025 | 01:05 WIB
Erick Thohir dilantik jadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Erick Thohir dilantik jadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

RADAR SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Setelah pelantikan tersebut, Erick langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah penting yang akan menentukan arah kepemimpinannya di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Tugas paling mendesak adalah menyelesaikan polemik Permenpora Nomor 14 Tahun 2024. Regulasi tersebut menimbulkan kegaduhan dan mendapat penolakan keras dari para penggiat olahraga, terutama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Publik menunggu langkah Erick dalam meredakan konflik regulasi itu agar tidak mengganggu pembinaan olahraga nasional.

Selain regulasi, agenda besar yang menanti adalah SEA Games 2025 di Thailand yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, Erick dituntut bergerak cepat dalam menentukan cabang olahraga prioritas, menyeleksi atlet terbaik, serta mengatur efisiensi anggaran.

Konsolidasi dengan KONI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pengurus cabang olahraga, pelatih, dan atlet menjadi kunci agar Indonesia mampu tampil kompetitif dan meraih prestasi maksimal.

Di sisi lain, Erick juga harus menjaga keberlanjutan program yang sudah berjalan dari Menpora sebelumnya.

Pembinaan atlet, pelatihan jangka panjang, hingga kerja sama antar-lembaga tidak boleh terhambat akibat transisi kepemimpinan. Jika kehilangan momentum, pembinaan prestasi dikhawatirkan terhambat.

Tantangan lain adalah efisiensi dalam pengelolaan cabang olahraga. Dengan sumber daya terbatas namun target medali tinggi, fokus harus diberikan pada cabang olahraga yang berpeluang besar meraih prestasi, seperti bulutangkis melalui PB PBSI atau panjat tebing lewat PP FPTI.

Erick diharapkan mampu melakukan konsolidasi dengan federasi unggulan agar pemusatan latihan nasional lebih terarah dan efektif.

Harapan masyarakat juga meluas ke luar ranah olahraga. Pemuda menantikan program pemberdayaan yang mampu memperkuat karakter, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga: Permenpora 14/2024 Jadi Polemik! Wamenpora Taufik Hidayat Buka Suara Soal Solusi Olahraga Nasional

Organisasi kepemudaan seperti KNPI bahkan telah menegaskan pentingnya perhatian Menpora terhadap aspek pembangunan generasi muda di luar prestasi olahraga.

Dari sisi kebijakan, Erick Thohir diharapkan meninjau ulang berbagai regulasi, termasuk Permenpora, aturan kepemudaan, hingga kebijakan olahraga nasional.

Penyelarasan regulasi yang selama ini tumpang tindih menjadi penting agar tercipta iklim kondusif bagi pengembangan olahraga dan kepemudaan.

Meski kini menjabat Menpora, publik masih menanti sikap Erick terkait statusnya sebagai Ketua Umum PSSI.

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah ia akan tetap merangkap jabatan atau memilih fokus penuh sebagai menteri.

Keputusan tersebut dinilai krusial karena akan memengaruhi kredibilitas dan konsentrasi Erick dalam memimpin dua institusi besar sekaligus.

Keberhasilan Erick Thohir menjawab berbagai tantangan ini akan menjadi penentu reputasi dan dampak kepemimpinannya.

Publik menaruh harapan besar agar kehadirannya mampu membawa perubahan positif bagi olahraga nasional sekaligus memperkuat peran pemuda Indonesia di masa depan.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 #Menpora #erick thohir