Jakarta – Nama Tasya Farasya kembali menjadi perhatian publik usai mencuat kabar gugatan cerainya terhadap sang suami, Ahmad Assegaf. Di tengah isu rumah tangga tersebut, warganet ramai menelisik dari mana saja sumber kekayaan sang beauty influencer.
Tasya dikenal luas melalui konten tutorial makeup dan ulasan produk kecantikan. Minatnya pada dunia riasan telah tumbuh sejak remaja hingga akhirnya ia serius menekuni industri digital.
Pada 2016, Tasya meluncurkan kanal YouTube yang kini memiliki lebih dari 4,26 juta subscriber. Kanal ini rutin menampilkan tutorial makeup, review produk, hingga tips perawatan diri. Selain membangun popularitas, kanal tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan utama.
Di luar YouTube, Tasya aktif bekerja sama dengan berbagai merek kecantikan lokal dan internasional. Namanya pun tercatat sebagai penerima penghargaan bergengsi, termasuk Influencer of the Year dan Beauty Influencer Awards.
Tidak hanya bergantung pada platform digital, Tasya mendirikan bisnis kosmetik dengan label Mother of Pearl (MOP). Produk riasannya dikenal berkualitas sekaligus ramah di kantong, menjadikannya populer di kalangan perempuan muda. Tasya juga sempat menjajal bisnis kuliner sebagai upaya diversifikasi usaha.
Sumber penghasilan lain datang dari endorsement di media sosial. Dengan lebih dari 7,1 juta pengikut Instagram, Tasya kerap dipercaya sebagai wajah promosi berbagai brand. Ia juga beberapa kali ditunjuk sebagai brand ambassador produk kecantikan maupun gaya hidup.
Kiprah Tasya Farasya membuktikan bahwa eksistensinya di industri digital bukan sekadar tren, melainkan hasil konsistensi dan dedikasi panjang yang menginspirasi banyak perempuan Indonesia. (jwa/gab/fir)
Editor : M Firman Syah