Jakarta - Foto bergaya polaroid kembali menjadi tren di media sosial. Namun kali ini, nuansa klasik tersebut tidak lahir dari kamera instan, melainkan dari teknologi kecerdasan buatan. Melalui Gemini AI, pengguna dapat mengubah foto biasa menjadi potret polaroid estetik dengan mudah.
Fenomena ini muncul setelah banyak warganet membagikan hasil editan berbingkai putih khas, lengkap dengan sentuhan warna vintage dan detail retro yang menimbulkan kesan nostalgia. Kreator konten bahkan mulai membagikan prompt khusus yang bisa digunakan siapa saja untuk menghasilkan polaroid digital secara instan.
Tak heran, tren "foto polaroid AI" mendominasi platform seperti Instagram, TikTok, hingga X, menghadirkan cara baru mengabadikan momen dengan nuansa klasik namun tetap praktis.
Contoh prompt Gemini AI untuk foto polaroid.
Polaroid bersama orang tua dapat menggunakan instruksi, tampilkan sosok berdiri di antara ayah dan ibu dengan latar tirai abu-abu muda, bergaya natural dengan senyum hangat.
Polaroid sendiri di Mekkah menggunakan instruksi, perlihatkan sosok perempuan berpakaian serba putih menghadap Ka’bah, berpenampilan elegan tanpa mengubah wajah asli.
Polaroid bersama idola dengan instruksi, ciptakan suasana hangat dengan pria berkemeja putih merangkul pundak, efek blur ringan dan pencahayaan lembut.
Dan polaroid bersama pasangan menggunakan instruksi, tampilkan momen ulang tahun sederhana dengan kue dan lilin menyala, nuansa nostalgia diperkuat efek grain halus.
Berikut cara membuat foto polaroid dengan Gemini AI
- Buka laman Gemini AI dan masuk dengan akun Google.
- Tekan tombol "+" di kolom prompt lalu pilih Upload Image.
- Unggah foto yang ingin diubah.
- Masukkan prompt sesuai kebutuhan.
- Tekan ikon kirim untuk memproses.
- Tunggu hasil edit ditampilkan, lalu unduh jika sesuai.
Rangkaian contoh ini menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk menghadirkan karya visual bergaya polaroid yang natural sekaligus estetik. Dengan kreativitas sederhana, pengguna cukup menambahkan instruksi singkat dan membiarkan Gemini AI mengolahnya menjadi foto bernuansa klasik yang akrab dengan memori masa lalu. (dta/ris/fir)
Editor : M Firman Syah