Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Sebut Musim Hujan Lebih Cepat, Ada Ancaman Banjir sekaligus Peluang Panen Raya

Lambertus Hurek • Sabtu, 13 September 2025 | 16:33 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 datang lebih cepat dari biasanya. Sebagian wilayah Indonesia sudah mulai diguyur hujan sejak Agustus lalu, dan akan meluas pada September hingga November.

“Awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah. Puncaknya bervariasi, November–Desember di Sumatera dan Kalimantan, lalu Januari–Februari di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/9).

Dari 699 zona musim (ZOM), sebanyak 294 atau 42 persen diperkirakan mengalami musim hujan lebih cepat dari normal. Sementara 56 ZOM (8 persen) justru mundur.

BMKG mencatat mayoritas sifat hujan normal, tapi 27 persen wilayah berpotensi curah hujan lebih tinggi, di antaranya Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua. “Dengan kondisi ini, ancaman banjir, longsor, dan angin kencang tetap harus diwaspadai,” tegas Dwikorita.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan, faktor global ikut memicu kondisi ini. ENSO (El Niño–Southern Oscillation) tercatat netral, sementara Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang berarti ada suplai tambahan uap air dari Samudra Hindia.

“Selain itu, suhu muka laut di sekitar Indonesia lebih hangat sehingga pembentukan awan hujan makin intensif,” jelasnya.

BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi lintas sektor. Untuk pertanian, penyesuaian jadwal tanam, pemilihan varietas tahan genangan, dan perbaikan irigasi jadi kunci menjaga produktivitas. Di sektor perkebunan, kelembaban tinggi bisa memicu hama, sehingga perlu pengendalian sejak dini. Sementara di sektor energi, pengelola waduk diminta mengoptimalkan pengisian air sejak awal musim.

Menurut Dwikorita, datangnya hujan lebih awal bukan hanya ancaman, tapi juga peluang. “Musim hujan yang maju dari normal memberikan manfaat positif bagi petani untuk menyesuaikan pola tanam lebih dini, guna mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

BMKG mengajak kementerian, pemda, hingga masyarakat agar menjadikan informasi iklim sebagai dasar perencanaan. Kesiapsiagaan sejak awal diharapkan bisa menekan risiko bencana, sekaligus mengoptimalkan potensi musim hujan tahun ini. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#musim hujan lebih panjang #Prediksi Musim Hujan #BMKG #dwikorita karnawati #potensi banjir dan longsor