Surabaya – Program Kampung Pancasila di Surabaya kembali mendapat apresiasi. Kali ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai inisiatif Pemkot bersama warga menjadi bukti nyata gotong-royong menjaga keamanan dan ketertiban kota.
Penghargaan tersebut disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, saat menghadiri rapat koordinasi monitoring Kamtibmas di Graha Sawunggaling, Jumat (12/9).
"Saya memberikan apresiasi terhadap pembentukan Kampung Pancasila. Bahkan, ada lebih dari 6.000 ASN (Aparatur Sipil Negara) Pendamping yang diterjunkan di 1.361 RW Surabaya," ujarnya.
Dalam forum tersebut, Teguh mendengarkan paparan terkait empat bidang Kampung Pancasila, termasuk peran warga Wonokromo dan Pabean Cantian yang berhasil mencegah potensi kerusuhan pada akhir Agustus lalu.
Menurut Teguh, konsep Kampung Pancasila tidak terlepas dari Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang sudah lama berjalan di Surabaya. Kehadiran Satgas Kemasyarakatan di tiap kampung memperkuat fungsi tersebut.
"Kita tahu bahwasannya Siskamling di berbagai daerah itu bukan hal yang baru, termasuk di Kota Surabaya. Bahkan di Kota Surabaya sudah diinisiasi, diperkuat, dengan adanya pembentukan Kampung Pancasila," jelasnya.
Ia menambahkan, Siskamling yang kini menjadi bagian dari Satgas Kemasyarakatan perlu dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih jelas.
"Tadi kami juga sudah sampaikan kepada Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) untuk Satgas Kemasyarakatan, khususnya yang menyangkut masalah Siskamling itu bisa ada penebalan, ada penguatan terkait SOP-nya. Baik SOP yang menyangkut masalah petugasnya, tata kelola, manajemen, sarpras, kemudian juga terkait pelaporan dan tindak lanjutnya," ujarnya.
Data terbaru mencatat, lebih dari 9.000 Poskamling tersebar di seluruh RT Surabaya. Jumlah ini dinilai sebagai kekuatan besar dalam menjaga keamanan. Teguh juga menekankan pentingnya sinergi antara Poskamling dan Poslinmas agar pengamanan semakin solid.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan Kampung Pancasila bukan hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga mempererat persatuan warga.
"Jadi dikuatkan dengan Siskamling yang di kampung-kampung untuk menjaga bagaimana keamanan kota ini bisa dipastikan membuat warganya merasa aman dan nyaman," ujarnya.
Ia menambahkan, Kampung Pancasila melibatkan semua unsur masyarakat, mulai dari karang taruna hingga generasi muda. Salah satunya terlihat pada deklarasi di Tugu Pahlawan yang dihadiri lintas generasi.
Sejak diluncurkan pada Juni 2025, Kampung Pancasila terbukti berperan dalam mencegah kerusuhan, termasuk di Wonokromo, Pabean Cantian, dan Bubutan.
Eri memastikan penguatan pola pengamanan akan terus dilakukan melalui SOP yang kini tengah disiapkan.
"Nanti saya menyampaikan SOP kami ke Pak Dirjen. Sehingga Pak Dirjen nanti insyaallah akan memberikan masukan, arahan, sehingga ini akan lebih bisa dijalankan oleh masyarakat Surabaya," pungkasnya. (ali/gab/fir)
Editor : M Firman Syah